Story cover for Crystal Snow by Az_Salsabil
Crystal Snow
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Aug 11, 2022
Jimin memegang bola kristal salju itu dan memainkannya pelan. Bola itu berarti baginya layaknya seorang gadis yang ia suka. Namun, entah gadis itu tidak peka atau dia yang menghindar, membuat dirinya gemas dan semakin ingin memilikinya. Apalagi, masa lalu yang pernah menimpa gadis itu membuat ia semakin yakin untuk mencintainya. 

"Aku ingin melindungimu sebelum air matamu terjatuh lagi. Namun, kristal terlalu jauh sulit untuk digapai saat aku mengharapkanmu. Bisakah aku memilikimu, Bintangku?"
All Rights Reserved
Sign up to add Crystal Snow to your library and receive updates
or
#246kafe
Content Guidelines
You may also like
Black Code (Lima) by Narra140800
20 parts Complete
~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.
You may also like
Slide 1 of 9
PROTECTION ON cover
(END) Espresso & Beauty Barista cover
Cerita Tentang Langit Malam  cover
Love In Ice [ SUGA X HAEBILL ] cover
NO NEED TO BE SOMEONE ELSE || MARKHYUCK (GS) cover
ROYAL AND NOBLE cover
Love Trap cover
My Cat Prince||Moonbin cover
Black Code (Lima) cover

PROTECTION ON

37 parts Complete Mature

[SELESAI] Yoo Jimin adalah seorang idol dengan banyak anti-fans. Menjadi pesimis dan skeptis adalah pertahanan dirinya. Lebih parahnya, ia tak suka menceritakan masalah kepada orang lain, karena takut menjadi beban bagi orang-orang di sekitarnya. Hingga suatu saat, Yoo Jimin dihadapkan pada teror-teror dari penguntit gila. Pada awalnya, ia bermaksud untuk memendam frustrasinya seorang sendiri. Namun setelah sebuah pisau belati berlumuran darah sampai di tangannya, pihak manajemen labelnya memaksa Jimin untuk melaporkan kejadian tersebut. Di sinilah keresahan hatinya berawal. Ia harus berada dalam pengawasan Lee Jeno-seorang detektif junior-selama hampir 24 jam. Lalu apa yang membuat Jimin frustrasi? Sikap dingin Lee Jeno. Jimin berani bersumpah, Jeno adalah pria terdingin yang pernah ia temui. "Nama?" tanya Jeno dengan wajah dinginnya. "Kau sudah tahu namaku," tegas Jimin. "Nama?" ulang pria itu. Yoo Jimin memutar matanya jengkel. Baiklah, baiklah, ia yang akan mengalah. "Yoo Jimin." "Umur?" "20 tahun." "Pekerjaan?" "Kau juga sudah tahu." "Pekerjaan?" ulang si pria dengan tegas. "Penyanyi," jawab Yoo Jimin malas. "Baiklah. Bisakah kau ceritakan runtutan kejadiannya?" Cc: Original Illustration by dreamingwith_me