Badutnya Caca

Badutnya Caca

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2022
Bagi Salsa, Rizky itu sesuatu yang sulit ditebak. Banyak orang yang bilang Rizky itu badut, badutnya Salsa. Dulu Salsa tidak mengerti, kenapa Rizky disebut badut, dan kenapa harus badut? Namun, kini Salsa mengerti apa artinya badut. Bagi Salsa, Rizky itu seperti badut. Dia selalu terang-terangan menunjukkan keceriaan, menghibur orang sekitar, dan selalu menampilkan kelucuan. Tapi ... dibalik itu semua, dibalik semua topeng yang ia kenakan, dia hanyalah seorang badut yang kesepian. Badutnya yang butuh perhatian. "Kalo nggak ada aku, kamu bakal cari sandaran kemana, Ki?" "Ke masjid kayaknya." Rizky berbicara sembari tertawa pelan, dan Salsa ikut mendengus karena jawaban Rizky terdengar konyol tapi benar. "Aku jarang ke masjid, Ca. Bahkan kayaknya nggak pernah. Aku nggak pernah diajarin soalnya. Mungkin sekalinya aku ke masjid, aku bakalan ada di depan imam, karena saking ajaibnya, Hahaha." Kala itu Salsa hanya ikut tertawa sebab Rizky juga tertawa. Salsa tidak begitu mengerti pada kalimat Rizky. Andai dia mengerti arti dari kalimat lelaki itu, mungkin Salsa akan semakin menyayanginya dan melindungi lelaki rapuh itu.
All Rights Reserved
#11
kisahcintadisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • ALEXON [END]
  • Caramel
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • CINTA YANG NYATA
  • DERAN
  • ON SIGHT (Completed)
  • Bad-Boy (Complete)
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines