In Your Eyes

In Your Eyes

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 11, 2022
Hana, gadis yang tidak bisa menghadapi dunia tanpa kacamata hitamnya. Rasa sepi senantiasa menemaninya. Berteman, terlebih berbicara dengan orang lain tanpa bersiap hendak pingsan? Sangat mustahil. Namun, semua berubah ketika empat orang datang. Empat orang spesial yang tidak akan menatap matanya seperti orang asing, tetapi menerimanya sebagai sahabat. Akankah Hana kembali membuka diri?
All Rights Reserved
#148
noromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Guéris-Moi
  • Menunggu Pagi [FIN]
  • Gheisha
  • THE MIRROR [HAN JISUNG]
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • Blurred Lines
  • Sweet Lies [✓]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • A Million Kisses Again | TAMAT ✔️

Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, empat orang dengan luka dan harapan masing-masing bertemu dalam kisah penuh warna--tentang cinta, kepercayaan, dan cara memahami satu sama lain. Jasmine, seorang konselor yang selalu membantu orang lain menghadapi trauma mereka, justru masih terjebak dalam trauma masa lalu yang membuatnya sulit percaya pada cinta lagi. Ketika seseorang dari masa lalunya kembali, dan orang baru mulai mengetuk pertahanannya, ia harus memilih: tetap bersembunyi atau menghadapi ketakutannya. Adrian, seorang penulis yang menikmati hidup dalam ketenangan, selalu percaya bahwa cinta tidak boleh menghalangi ambisi. Namun, pertemuan tak terduga membawanya ke dalam dinamika yang tidak ia sangka--termasuk ujian besar dalam kariernya saat karyanya terseret dalam masalah hukum. Hana, sahabat sekaligus rekan bisnis Jasmine, yang selalu tampak tenang dan terkendali. Namun di balik sikapnya yang tertutup, ada banyak hal yang ingin ia sampaikan-terutama kepada seseorang yang berarti baginya. Hanya saja, tidak semua perasaan mudah diungkapkan, dan kebisuannya bisa menjadi awal dari kehilangan. Evan, seorang fotografer yang melihat dunia dalam warna-warna berbeda, mendapati dirinya di hadapan tantangan terbesar: memahami seseorang yang harus menghadapi pertanyaan yang sama: seberapa jauh mereka bisa membuka hati tanpa takut terluka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines