We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fridge Of The Heart

Fridge Of The Heart

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Wih tumben lo bawa cewek," kata seorang pria dengan senyum mengejeknya. Seorang wanita tersenyum manis sambil menundukan kepalanya sopan. "Duduk, dong! Jangan canggung sama kita, santai aja!" seru seorang pria hitam manis dengan senyum jahilnya. "Makasih," ucap wanita itu lembut. 3 orang pria yang berada di meja itu langsung terkesan dengan wanita yang dibawa oleh teman mereka. Cantik, putih, tinggi, manis, dan sangat manis. Tidak boleh dilupakan juga etikanya yang sangat baik. Namun, kesan yang berbeda hadir dalam pikiran seorang pria yang hanya duduk diam sambil menatap wanita yang merupakan kekasih temannya. Entah kenapa hatinya menghangat melihat senyuman dan kelembutan wanita cantik itu. Tersadar dari pemikiran konyolnya, ia pun langsung menegakan tubuhnya dan mulai mendengarkan temannya bersenda gurau. Tidak pantas rasanya jika ia memikirkan wanita yang sudah menjadi milik teman dekat sekaligus partner bisnisnya itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teman Rasa ... (?)
  • AIRIS
  • Naughty Nanny
  • Heart Breakers
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Pretty Little Baby
  • Kamu

"Temenan sama lo dari jaman SMP gini-gini aja ya..." "Lo berharap gue berubah gimana sih Be?" Tanya nya. "Ya lo punya pacar kek, temen deket kek, sahabat, TTm kek, apa gitu. Lo gak bosen ngintilin gue terus?" Tanyaku sambil menatap kearahnya, dia mengulum senyum. "Gak usah senyum-senyum, percuma juga." Dan CUP! Dia menciumku tepat dibibir, aku sedikit kaget dan melotot. "Ndra..." "Apa?" "Lo nyium gue?" "Iya, emang kenapa?" Tanya nya balik. "Lo berisik banget sih..." Dia masih terkekeh melihatku yang seketika mematung. "Dirandra..." Aku langsung memukul bahunya kesal dan dia malah tertawa lepas. "Lo kebiasan banget sih..." Ucapku memanyunkan bibir. "Mau lagi?" Tanya nya sambil menatapku, wajahnya dan wajahku sudah berhadapan. Dia mendekatkan wajahnya kearahku. "Gue boleh ngelakuin yang lebih ke lo gak Be?" Ucapnya tepat dihadapanku, aku bisa sedikit merasakan sedikit deru nafasnya. "Boleh Be?" Ucapnya sedikit menggoda dan seperti menunggu jawaban dariku, aku sedikit memejamkan mata. "Gue mau ngelakuin itu atas ijin lo..." Ucapnya. Tapi tiba-tiba dering ponselku berbunyi dan membuyarkan semuanya, aku langsung tersentak kaget. Aku pun langsung mengalihkan wajahku dari hadapannya dan dia seperti menghela nafas panjang. "Iya hallo..." Ucapku. "Lagi dimana..." Aku langsung melihat layar ponselku, ada nama Daffi. *Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines