Fridge Of The Heart

Fridge Of The Heart

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Wih tumben lo bawa cewek," kata seorang pria dengan senyum mengejeknya. Seorang wanita tersenyum manis sambil menundukan kepalanya sopan. "Duduk, dong! Jangan canggung sama kita, santai aja!" seru seorang pria hitam manis dengan senyum jahilnya. "Makasih," ucap wanita itu lembut. 3 orang pria yang berada di meja itu langsung terkesan dengan wanita yang dibawa oleh teman mereka. Cantik, putih, tinggi, manis, dan sangat manis. Tidak boleh dilupakan juga etikanya yang sangat baik. Namun, kesan yang berbeda hadir dalam pikiran seorang pria yang hanya duduk diam sambil menatap wanita yang merupakan kekasih temannya. Entah kenapa hatinya menghangat melihat senyuman dan kelembutan wanita cantik itu. Tersadar dari pemikiran konyolnya, ia pun langsung menegakan tubuhnya dan mulai mendengarkan temannya bersenda gurau. Tidak pantas rasanya jika ia memikirkan wanita yang sudah menjadi milik teman dekat sekaligus partner bisnisnya itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Ferocious Girls Generation
  • Pretty Little Baby
  • Teman Rasa ... (?)
  • Kamu
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • AIRIS
  • Silent, Please! (Re-up)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • my story

"Zee," panggil Erik. "Zee zee," panggilnya lagi. Zee tersadar, dan dengan cepat berjalan keruangan Erik. "Bapak panggil saya?," Tanya Zee. "Iya," Zee lalu duduk di kursi, "Ada apa pak?," "Kamu sudah jelas Job description yang saya lampirkan," tanya Erik, ia menatap wanita berjas hitam itu. Ia di sini hanya menyuruh Zee mempelajarinya saja sambil menunggu jam pulang. "Sudah pak," "Ada yang kamu kurang mengerti?," "Saat ini saya masih mempelajarinya pak," "Jika ada yang tidak kamu mengerti, tanyakan kepada saya," ucap Erik. "Iya pak, ada lagi pak?," "Tidak, kembali saja keruangan kamu," "Iya pak,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines