Story cover for Pulang Pergi by Nailashakiraputri
Pulang Pergi
  • WpView
    GELESEN 75
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 75
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
Laufend, Zuerst veröffentlicht Aug. 12, 2022
Judul terinspirasi dari novel Tere Liye, tapi bukan berarti isinya bujang dan Maria yang mau menikah tapi gagal karena black widow.

-----------------------------------

Thania yang tidak tau kemana ia harus pergi dan kemana ia harus pulang. Semuanya sirna dalam satu malam. 

Ayahnya, Ibunya. Mereka semua pergi dalam satu malam tanpa ada yang menduga bahwa itu akan terjadi.

Namun, satu sosok yang Thania anggap pahlawan datang denga pertemuan yang tak terduga, di saat Thania ingin mengakhiri hidupnya, sosok penyelamat itu datang


"LO KALO MAU MATI JANGAN DI SINI!! KASIAN SAKALANTAS NANTI!"
Alle Rechte vorbehalten
Inhaltsverzeichnis

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie Pulang Pergi zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#267chika
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME) von BetaRizki
6 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
As Possible  cover
Meneroka Jiwa 2 cover
100 Days / Sebelum Kematianku ( On Going)  cover
HANCUR💔<END| cover
Farmer's Wife (REPUBLISH)  cover
LOVE FOUND REGARDLESS cover
Raina Maramitha cover
Giona: Second Lead My Husband cover
Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME) cover
MENJADI PUTRI MAFIA  cover

As Possible

45 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.