UNPLANNED WEDDING

UNPLANNED WEDDING

  • WpView
    Reads 26,479
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 3, 2025
New Version UNPLANNED WEDDING "Mas, mau cium?" "Enggak, makasih." "Kalau enggak sekarang, berarti kapan-kapan ya?" ******** Menjadi cewek gila, humoris dan suka lebih dulu pada cowok yang dijodohkan dengannya bukanlah masalah besar. Pada awalnya, hal tersebut yang Miku pikirkan. Tapi kemudian, kenyataan menghantamnya kuat-kuat. Menyadakan jika ternyata, hidup tak pernah menjadi mudah bahkan untuk beberapa hal yang sudah dipermudah. 🌼🌼🌼🌼 DILARANG MEMPLAGIAT CERITA INI DITULIS OLEH RESA ANISA
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • Senandung Azalea (Completed)
  • I am (not) Into It (UNDER REVISION)
  • Kerfuffle (Tamat)
  • AMNESIAL (END)
  • SAHABAT SATU ATAP ✓
  • Chayyara
  • Call It What You Want (END)
  • He Was My First Crush (Curse!)

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

More details
WpActionLinkContent Guidelines