Sekuntum Bunga Dahlia [og]

Sekuntum Bunga Dahlia [og]

  • WpView
    Reads 995
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing3h 1m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kita disatukan dengan cinta, tetapi iman yang memisahkan kita. Pada awalnya, hubungan terjalin berdasarkan persahabatan, namun tidak bagi sang gadis yang menyimpan perasaan pada sang jejaka. "Otak awaklah tak ada niat. Awak ni! Kalau awak mati nanti siapa nak teman saya? siapa nak belikan air soya? siapa nak ajar saya math?-" 𝐁𝐮𝐧𝐠𝐚 Namun, perasaannya perlu dilupakan. Pelbagai halangan yang perlu ditempuhi, jadi lebih baik dia memendam perasaannya agar hubungan persahabatan mereka tidak terlerai. Sekuat manapun hubungan persahabatan mereka, pasti akan ada badai yang datang. "Keep our memories bunga, I akan pergi dari hidup you suatu hari nanti. Jadi saat tu cari lelaki yang seiman dengan you, yang bole bimbing you dengan baik. Cuma I nak pesan, you boleh lupakan I, tapi jangan memori kita bersama. can my bunga?" - 𝐒𝐢 𝐊𝐮𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠. Apabila cinta hadir tanpa dipinta dalam hati, apa yang boleh dilakukan? Mereka bahagia, namun perpisahan perlu dilakukan. Cinta macam mana pun, jangan ambil dia dari Tuhannya. Adakah perpisahan jalan terbaik buat mereka? 𖠇 𝐈𝐦𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𖠇 -og. - start ; 2022 - ending ; ? -𝐒𝐚𝐝 𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞-
All Rights Reserved
#711
carl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Aku Tunggu Tanpa Janji
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • ALDYAKSA (SELESAI)
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Unspoken Things
  • Dancing with Sadness
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐏𝐞𝐭𝐚𝐥 [𝐂]
  • DUDAKU ATAU SUAMIKU (E-BOOK)C

| POV ABANG KEDAI 📖 Sinopsis: Aku bukan siapa-siapa. Hanya pekerja biasa di sebuah kedai makan kecil. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama dia datang dengan keluarganya. Aku rasa waktu aku mula bergerak ikut dia, bukan ikut jam dinding dapur. Dia selalu duduk di meja yang sama. Selalu dengan cara dia tunduk bila senyum. Dan aku, dari balik pintu dapur atau sambil bancuh air, tak pernah gagal perhati. Aku tak tahu nama dia. Tapi aku tahu suara dia bila pesan air suam. Aku tahu cara dia gelak bila main dengan adik dia. Aku tahu dia muncung bila tak puas hati dan aku jatuh hati pada semua tu. Kawan-kawan aku selalu perli. "Kalau suka, tegurlah." Tapi aku cuma senyum. Tegur macam mana, kalau aku sendiri pun takut bayang dia hilang bila aku terlalu dekat? Ini bukan cinta biasa. Ini tentang aku, yang hanya mampu jatuh hati dari jauh dan berharap, satu hari nanti bila dia datang lagi, aku ada cukup berani untuk kata "Saya tunggu awak, sejak lama dulu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines