MY WORLD
  • WpView
    Leituras 41
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 12, 2025
"Apaan, nih?" "Buku panduan masuk ke dunia yang lo ciptain." "Hah?" "Ganendra Javas Kaivan. Lo pengin ketemu dia, 'kan?" "Ohh ... ternyata, Abang penggemar novel Retta, ya?" "Gue mau bantu lo ketemu sama Gara." "Impossible." *** Hidup Retta yang semula sempurna, berubah seratus delapan puluh derajat setelah ibunya meninggal dunia. Penderitaan seolah teman setianya dalam menjalani hari-hari yang berat. Hingga suatu hari, Retta dipertemukan dengan seseorang yang bernama Surya. Sejak saat itu, Retta menemukan kembali semangat hidupnya. Meskipun ..., nyawa taruhannya.
Todos os Direitos Reservados
#78
transmigation
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Parachma [END]
  • Kalaya [END]
  • Adara [Revisi Total]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • RadenRatih
  • AETERNA  | Selesai✓
  • Skaya & the Big Boss ✓
  • Rainbow
  • senja diberanda kayu

"Kita kan sering ketemu Ra, ibarat kata kita udah biasa bareng berdua. Jadi bisa aja kan ada perasaan special yang timbul." Ucap Pandu. Rachma hanya diam sibuk mencerna apa yang dikatakan Pandu barusan, entah malam ini otaknya terasa sangat lambat untuk menerima percakapannya dengan Pandu. "Kita sama-sama dewasa Ra, jadi nggak mungkinkan aku mau main-main sama kamu. Udah bukan waktunya lagi." Imbuh Pandu lagi. "Mas Pandu?," panggil Rachma. Pandu menengok kearahnya, melihat lekat kearah mata hitam nan indah itu dengan lembut. "Jangan bilang iya kalau akhirnya enggak, jangan janji kalau nantinya nggak bisa menepati." Ucap Rachma sendu. "Aku nggak pernah main-main sama ucapan aku Ra, sekalinya aku sayang nggak bakal aku lepas. Walaupun ada yang menentang sekalipun." Tegas Pandu. Malam ini bintang serta cahaya rembulan menjadi saksi antara mereka berdua, membangun komitmen memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada kepercayaan, komunikasi, serta pengertian yang luas dan dikehendaki keduanya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo