Story cover for Just Need Time by PinkPastell19
Just Need Time
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Aug 13, 2022
Aruna Alecia gadis yang baru saja menginjak usia 17 tahun.  Mimpi Aruna sejak duduk di bangku SD adalah memiliki kisah cinta yang sempurna.

Namun naasnya saat menduduki bangku SMA ia harus bertemu dengan anak musik sekaligus anak OSIS disekolahnya yang justru membuat kisah cinta ia terasa pelik.

gini deh pernah ga sih kalian ada difase bingung mau maju atau mundur karena doi kalian ga jelas alias abu abu.

ini yang dirasain Aruna sampai sampai Aruna mikir ini mereka lagi hts an atau cuman arunanya aja yang GeEr?

.
.
"Gue ngerasa dia lebih ngutamaiin temen temen circlenya dibanding gue"
All Rights Reserved
Sign up to add Just Need Time to your library and receive updates
or
#622triangle
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Secretly Looking at You (END) cover
Cupu And Bad Boy cover
Arkano : Cold Prince cover
Stupid & sakit cover
ALEA (TAMAT) cover
Choose Your Choice | End ✔️ cover
Daddy Angry |TAMAT| cover
Arunicalla [TAMAT DI KARYAKARSA] cover
accidentally cover
NERD GIRL [TAMAT] cover

Secretly Looking at You (END)

38 parts Complete

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.