Pencarian Terakhir

Pencarian Terakhir

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
Mencintai seseorang dalam ingatan membuat seorang gadis bernama Ayyara menjadi kebingungan, karena sosok yang selalu ada dalam ingatannya tidak diketahui siapa namanya. Bahkan, rupanya hanya sebatas bayangkan gelap. Begitu juga yang dirasakan sang kekasih, Nazriel hanya dapat mengingat wajah sang wanita tanpa bisa menemukannya. Ia hanya mampu mencintainya dalam kegelapan. Bagaimana mereka akan berjumpa lagi dengan segala ketidakmungkinan itu? adakah orang yang membantu dan rela mengorbankan waktunya mencari bersama? Hal ini akan mengundang banya rasa emosional, simak dan jaga hati serta perasaan kalian ya
All Rights Reserved
#211
sayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Qiyamah Senja-completed
  • Waktu?
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Gadis Perindu Kakak ✔ [Proses revisi]
  • Ayyara Azalea Mahendra
  • Patah di titik terendah
  • Suaraku Mati di Udara

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines