Perfect score

Perfect score

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 20, 2023
Kami melangkah dengan langkah tegap yang dipaksakan, menghadap ke seluruh kamera, menjadi pusat perhatian. Kami muak berpura-pura diam atas kebusukan negeri ini, namun untuk mengungkapkan nya kami tidak berani. Sesungguhnya kami hanya remaja biasa yang sedang menimba ilmu untuk masa depan masing-masing dan entah bagaimana terjebak oleh sistem busuk yang dibuat oleh pemerintah diatas. "KITA GA BISA DIGINIIN KITA HARUS NGELAWAN!!" Sean berteriak hingga mukanya memerah. Betharia yang berada disampingnya langsung menahan Sean agar tidak kelewatan batas. Keisha dengan mata berkaca-kaca mendorong tubuh Sean hingga Sean mundur beberapa langkah "Lo bisa paham ga sih? KITA DISINI BISA MATI BISA GA PUNYA MASA DEPAN, KITA JUGA PENGEN NGELAWAN TAPI KITA GA BISA SEANNNN!!" "Sha udah, jangan kebawa emosi" lerai Kai yang membawa Keisha kepelukannya. Sedang Jiwa hanya diam dan terduduk lemas karena sesungguhnya ia hanya ingin keluar dari ruang ini. Hingga pintu di dobrak dengan paksa dan.. "Bajingan mati kita" umpat Jiwa dengan lirih.
All Rights Reserved
#398
baik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Edgar : Between Chaos and You
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Arunika
  • ME & HIM ARE DIFFERENT
  • ★BABY ZION★

"Namanya Edgar Almero Damothra," kata Leonar sambil nunjuk layar, ekspresinya kayak detektif nemu penjahat kelas kakap. "Ingetin baik-baik. Jangan pernah sedikit pun berurusan sama dia! Jangan." "Kenapa? Dia vampir?" Ck! Leonar geleng kepala kayak kipas angin rusak. "No! Dia itu rajanya Bastadja, Tha. Kalo lo liat dia, lagi jalan sendiri, atau apa kek yang kira kira dalam satu lingkaran sama dia. Langsung puter balik! Serius. Jangan Papasan." Agatha ketawa kecil. "Lebay." "Lebay kepala kau! Ini beneran!" "Yaelah, kalo gue gak nyari masalah ya aman-aman aja kali. Masa harus kabur segala?" Leonar narik napas panjang kayak abis lari satu stadion. "Mending lo dengerin gue. Demi keselamatan mental dan jasmani lo." Dan Agatha, seperti remaja biasa yang belum sadar hidup akan diguncang... cuma ketawa. "Iya iya. Lagian gak mungkin juga gue berurusan sama dia." *** "Deforsio bukan sekadar geng. Mereka legenda hidup di Bastadja. Kalau lo liat mereka jalan bareng, semua lorong sekolah otomatis sunyi. Lo bisa bilang mereka kayak pasukan elite dari dunia lain. Terlalu sempurna, terlalu jauh buat disentuh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines