Assalamualaikum, Mantan!

Assalamualaikum, Mantan!

  • WpView
    Reads 1,924
  • WpVote
    Votes 249
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 25, 2022
Jika ada satu momen yang bisa diulang, mungkin aku akan pergi ke masa putih abu-abu dan mengurungkan niat berpacaran dengan Birru. Meski saat itu kami tak lama menjalin hubungan, tapi entah kenapa nyeseknya masih terasa sampai sekarang. Bertahun-tahun mencoba move on, tapi takdir seolah ingin memberi kejutan agar hidupku tidak bosan. Makjreng, taraaa ... ternyata selama ini aku berteman cukup dekat dengan adik sang mantan. Saat pertama kali bertemu dengan Birru lagi, pria itu tampak biasa saja, seolah kejadian masa lalu tidak membekas di hidupnya. Bahkan, dia menyapaku dengan santainya, "Assalamualaikum, Mantan." Aku bergidik geli mendengar sapaannya dan ingin sekali membalas dengan mengatakan, 'Waalaikumsalam, Saiton!' Saat ingin mengatakan itu, orangtuanya tiba-tiba muncul secara mendadak dan membuat lidahku mendadak keseleo mengganti Saiton menjadi .... "Waalaikumsalam, Sai ... yang."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unplanned marriage
  • About me (aku bocah alay)
  • Astagfirullah, Mantan! [RE-UPLOAD]
  • TENTANG SEPASANG
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Phobia Mantan [COMPLETED]
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}

Revalda Riza Renata Ia anak perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang humoris. Mempunyai dua kakak laki laki yang tingkat warasnya setengah. Garis takdir yang membuatnya dijodohkan oleh kedua orang tua nya. Lelaki itu bernama Abrar Narazka Pratama Lelaki romantis dan sangat perhatian, tapi semua itu berbeda ketika ia ditinggalkan menikah dengan calon istrinya. Ia menjadi sosok yang lebih pendiam, dingin, dan jutek. "Nata, Kamu udah punya pacar?" Tanya Papa yang mengagetkan Gue dengan pertanyaannya. Jujur aja Gue gugup plus malu juga ditanya begitu di depan orang orang. "Em. Belum Pa! Kenapa? " Jawab Gue jujur. Emang bener kan Gue jomblo. "Baguslah, kalau pun Kamu punya, Papa juga bakal nyuruh Kamu Putus! " ujar Papa ngebuat Gua tegang juga gugup. Karena gimana pun juga Gue kan lagi Naksir Mantan Kakak kelas Gue. "Ta... Papa mau Kamu Nikah sama Abrar!!" "Apaa! Maksudnya gimana Pa?" Gue bingung sama yang di maksud Papa. Gue sempet menatap bola mata Baban yang juga lagi menatap ke arah Gue. "Sttt. Terima aja udah, Doi ganteng loh, tajir lagi. Kalo Gua jadi lo si Gua mau. Sayang aja Gua batangan." bisik Bang Dion di telinga kiri Gue. Setan emang Abang Gua yang satu ini, mana bisik nya di sebelah kiri, cocok udah jadi iblis. "Mayan Ta. Bisa lu porotin, ntar kalo udah kawin lu bisa minta ice cream se-kamar. Apalagi kalo lu hamil minta ini anu itu diturutin. Udah sana kawin aja lu ama dia." set an satu lagi berbisik. Siapa lagi kalo bukan Kak Rico. Kawin Kawin dikira Gua kucing. Jangan kan mikirin proses bikin debay, mikirin nikahnya aja Gua ga mau. . . . Kepoo sama kisah selanjutnya??Kalo kepo langsung aja baca, siapa tau tertarik bagi kalian. Okee

More details
WpActionLinkContent Guidelines