fluo·res·cence
/flo͝oˈres(ə)ns/
The emission of light by a substance that has absorbed light. It is a form of luminescence.
• • • • •
Freya selalu menganggap bahwa Agra, ketua himpunan jurusannya, orang yang aneh. Dari dulu mereka bertemu hingga sekarang, Freya tidak akan pernah bisa menganggap Agra manusia normal.
Menurut teman satu jurusannya bahkan lintas jurusan, Agra adalah sosok pemimpin paling sempurna yang pernah ada di hidup mereka. Tampan, supel, berani, kaya, pintar, jago dalam hal olahraga, dapat memanajemen waktu dengan baik, dan terstruktur.
Oke, bukan hanya mendapatkan label pemimpin sempurna, mungkin juga dapat dilabeli pasangan sempurna untuk wanita.
Freya dapat melihat bagaimana Agra hidup dengan begitu sempurna dalam dunia. Tapi, sekali lagi, Freya juga tidak dapat melihat Agra sebagai manusia normal.
Freya adalah gadis spesial.
Freya bisa melihat 3 warna yang menguar dari manusia sesuai dengan kondisi emosi mereka. Merah artinya amarah. Biru artinya kesedihan. Kuning artinya rasa senang. Hampir 21 tahun Freya hidup, dia tidak pernah melihat warna lain selain 3 warna itu.
Namun, Agra berbeda.
Agra, si manifestasi kesempurnaan manusia di dunia, nyatanya memang tidak normal.
Bagaimana bisa, setiap hari, Agra selalu menguarkan warna hitam?
Jika bukan jin jahat, sebenarnya apa yang terjadi pada Agra?
• • • • •
Written by rsdungeon.
February, 2024.
Indonesia.
| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age |
"Behind The Smile"
Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata?
Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin.
Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar.
Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain.
Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap.
Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi?
Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"