Teman Seangkatan

Teman Seangkatan

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 24, 2022
Cerita ini 98% fiksi !! NO PLAGIAT, REPOST, DLL. HARGAI AUTHOR! Ada seorang gadis ber usia 12 tahun yang menyukai seseorang laki laki seangkatan nya yang ber umur 13 tahun di sekolah menengah pertama. Gadis ini selalu ter ingat dengan kata guru nya yaitu, "Belajar lah dari masa lalu." Dan dulunya ia pernah mengungkap perasaan nya pada seseorang dan di tolak. Atau kalo bahasa sekarang NT. Belajar dari masa lalu nya, ia tidak ingin mengungkapkan nya. Ya, hanya di pendam saja sendiri an. Tetapi setiap malam ia berdoa kepada Tuhan nya agar lelaki itu juga menyukai nya dalam diam seperti dirinya. Tetapi saat kelulusan sekolah, mereka berpisah. Gadis ini pesantren dan lelaki ini hanya sekolah SMAIT, tetapi dengan adanya perpisahan sementara apakah mereka bisa menjadi pasangan? Atau hanya teman biasa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Kelas A [End]
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • False Hopes
  • KAIVAN P.
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • My Friend and My Bestfriend
  • No Longer Mate
  • first experience

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines