Cerita Luka

Cerita Luka

  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Singkat, namun bermakna. Berbagai cerita dalam setiap judulnya. Jika ada kesamaan nama, latar, alur itu hanya kebetulan. Ini real tulisan dan ide yang saya tuangkan disini tanpa ada niat menjiplak sama sekali. Terimakasih! * * * "Ngomong dong lo, berdarah nih hidung gue gara-gara lo. Tanggung jawab." geram dengan sikap yang di tunjukan Safana, Ardhan pura-pura marah dan meminta pertanggungjawaban. Walau dia sadar apa yang terjadi tak luput memang kesalahannya sendiri. Heran dengan apa yang di dengarnya Safana mengernyitkan dahinya. Walau kesal dengan tuduhan Ardhan namun dia tetap tak mengeluarkan suaranya. Terlalu malas dengan hal yang tak penting seperti ini. "Lo mau di huk.." Belum selesai bicara mulut Ardhan di buat melongo dengan mata melotot atas sikap yang di lakukan Safana terhadapnya. Saat tiba-tiba benda kenyal menghantam hidungnya. Bahkan terasa sedotan-sedotan di lubang hidungnya dari mulut yang memonyong seperti ikan. Peringkat mengesankan. #1 : takjodoh #1 : beragam #3 : aib
All Rights Reserved
#1
aib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waiting For You [TAMAT]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • ZE (ZEhanZEina) [Sudah Terbit]
  • Naura & Lukanya
  • Serpihan Luka
  • Albel
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • AILAH(END)✅

Tidak sabaran, Nadir langsung saja mengajak Argi menjalin suatu hubungan; pacaran. Sialnya, ia ditolak, sebab bentuk tubuhnya yang bulat seperti bola, juga wajahnya yang penuh dengan jerawat seperti daun jambu yang Argi lihat di rumah temannya, dan lagi, kulit Nadir yang kusam sehingga ia terlihat dekil. Sakit hati, sudah pasti. Nadir pun berusaha keras untuk merubah dirinya. Bak ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu indah, itulah Nadir. Semua orang takjub akan perubahannya, tetapi tidak dengan Argi. Kali kedua Nadir mengajak Argi berpacaran, kali kedua pula ia ditolak. "Kamu pikir cantik aja cukup?" Nadir tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Ia sudah berusaha menurunkan berat badannya, serta merawat tubuh dan juga wajahnya. Argi masih mengatakan bahwa itu tidak cukup, padahal alasan ia di tolak sebelumnya ialah karena ia gendut dan jerawatan. Nadir tidak menyerah dan terus melakukan usaha untuk mendapatkan Argi, namun lagi-lagi pria itu tidak bisa mencintainya, hingga Nadira menyuruh ibunya untuk menjodohkannya dengan Argi di masa depan. Akankah perjodohan itu terjadi? Nadir terus menunggu. [ DILARANG MENJIPLAK CERITA INI! CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN PENULIS SENDIRI.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines