My World

My World

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 12, 2022
"Tunggu Lea bunda!" "Enggak sayang, bunda harus pergi" Anak kecil berambut panjang itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menangis sesegukan. "Jangan tinggalin Lea bunda! Lea mohon, Lea mau ikut bunda pergi" Wanita paruh baya itu berjongkok lalu tersenyum,"gak bisa sayang, kamu disini aja jagain ayah sama adik kamu yah, bunda pergi" suaranya terdengar samar-samar, dikarenakan hujan deras disertai guntur dan kilat diluar. Perempuan yang sangat mirip dengan gadis itu pun akhirnya benar-benar pergi setelah meninggalkan pelukan dan kecupan singkat untuk anak sulungnya. "BUNDA! JANGAN TINGGALIN LEA!?" teriaknya walaupun orang yang dipanggil tidak akan berbalik dan memeluk untuk yang terakhir kali sebelum kegelapan menghampirinya. "Hahh!hahh!" Lagi. Mimpi buruk itu lagi. Sudah kesekian kalinya mimpi itu datang menghampiri malam tidurnya. Ia lelah,sangat lelah bahkan. Kenapa setiap kali ia ingin melupakannya mimpi itu selalu datang mengingatkannya pada kejadian malam itu? Kepalanya mulai sakit, ia meremasnya dengan kuat. Tak berselang lama, pintu bercat hitam itu diketuk seseorang. Gadis itu menoleh lalu menghela napas gusar, tak ayal juga turun untuk membuka pintu. "Monyet eh monyet! astagfirullahalazim Lea! Gue pikir hantu goblok! " Baru saja membuka pintu,gadis itu sudah disembur dengan siraman liur yang sangat bau dan lengket tentunya. Bagaimana tidak?Gadis itu sekarang sudah seperti nenek lampir. Rambut acak-acakan,bundar mata hitam bak panda, dan piyama yang sangat kusut. Laki-laki yang mengetuk pintu itu heran,apakah gadis itu tidur dengan berjoget atau apa? Gadis yang dipanggil Lea itu reflek menutup matanya. Dan mengusap wajahnya dengan tak ikhlas. Hidungnya kembang kempis, pertanda beberapa detik kemudian akan terjadi perang dunia ketiga. Cowok yang berdiri didepannya pun yang tahu akan hal itu, dengan sigap berlari kabur. Tak mau terkena patah tulang karena masih pagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Cuaca
  • • D I V I N E__ D E C R E E, FA T E •
  • Nathalea
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • LAKSADEKA
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa

Ansela Hujan Lentera, seorang gadis sulung yang kocak, heboh, dan ngeselin sekaligus ngangenin, karena sikap hangatnya yang membuat banyak orang nyaman. Walau begitu dia tetaplah seorang sulung yang penuh luka. Sudah harus bekerja di umurnya yang masih belia, memenuhi ekspetasi orang tua, dan harus jadi anak dan kakak yang sempurna. Bukan keadaan yang memaksa, tapi orang tuanya, seseorang yang harusnya jadi cinta dan contoh seorang anak, nyatanya malah menjadi luka untuk anak itu sendiri. Hinaan, tamparan, pukulan, hingga cambukan dan siksaan lain dia dapatkan, namun apakah dia tumbang? tidak semudah itu ferguso! Hidupnya sakit, tapi dicampur kocak, itu yang membuat cerita ini tidak hanya berisi tangis, namun juga tawa yang membuat usus kita kendur. Jika ada yang bertanya, mengapa judulnya Gadis Cuaca? Karena hidupnya seperti cuaca, kadang hujan, kadang panas, kadang dingin, kadang berbunga-bunga, dan kadang kiding. Hai kamu, selamat datang di kehidupan Ansel yang kocak. "Bre, gue kasih tau ye, hidup kalau kaga ada cobaannya, bukan hidup namanya, anggep aja hidup ini kaya game Subway Surf, penuh rintangan tapi asik. Pokoknya kalau lu ngerasa hidup lu sakit, ya asikin aja Bre, sini join ama gue!" -Ansela Hujan Lentera Lihat dulu ceritanya, kalau ga suka, SKIP?!

More details
WpActionLinkContent Guidelines