TRAUMA & BENCI BERSATU DALAM HATIKU

TRAUMA & BENCI BERSATU DALAM HATIKU

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 8, 2022
Diwaktu itu aku dan beberapa temanku sedang megikuti latihan menari untuk kegiatan di kampung ku yang diadakan di kantor camat. "Kita mau menampilkan tarian apa ni?" Ucap Bang Soni dengan penuh semangat "Iya ni kita mau nari apaan ya?" Ucap Reyhan dengan menunjukan wajah bingungnya "Gimana kita tampilkan tarian kita yang baru saja kita buat beberapa hari yang lalu itu, pasti seru dan banyak yang menyukainya" Ucap Kak Rini sebagai kakak pelatih dan juga yang paling tua di antara kami semua. Terlihat sangat bahagia dan menyakinkan di mata Kak Rini dengan memberikan opsi kepada kami semua. Ya memang tarian yang baru saja kami buat beberapa hari yang lalu itu memang sangat indah dan menarik. Yang dimana saat kita menari menggunakan selendang, ember dan juga kayu yang berukuran kecil. Tarian itu bernama tarian "Burangir Surdu-Surdu" tarian dari daerah Sumatera Urata dan dilakukan berpasang-pasangan. "Wah keren tu Kak Rin, ide Kak Rini gak salah juga tu" Ucapku dengan membenar kan apa yang di katakan Kak Rini. Karena bagiku tarian itu memang sangat asik. "Ya aku terserah kalian ajalah yang penting kita nampil gak malu-maluin" Ucap Mora dengan seuntai senyum. Dan akhirnya yang lainnya pun ikut mengiyakan tentang tarian itu. Tarian itu kami buat 5 pasang penari sebab jika ramai maka takutnya tempat kami menari tidaklah cukup sebab aula kantor camat di kampung kami ini masih terbilang kecil. Lalu kami pun memulai latihan atas tarian yang sudah disepakati. Karena jika di tunda-tunda maka bisa saja kami saat penampilan nanti jadi tidak kompak dan tidak sesuai dengan iringan musik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bertemu Bidadari
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • KANG ADI SEKSI
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Mas Jaehwan;
  • RINJIN;PERJUANGANKU
  • Reason

~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28

More details
WpActionLinkContent Guidelines