Rumah Kita

Rumah Kita

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 31, 2022
Bercerita tentang berbagai macam orang yang mengharapkan sebuah tempat yang nyaman, damai dan tentram untuk meneruskan hidup yang biasa. Cerita ini hanya sekedar fiktif dari penulis, namun beberapa bagian/bab, penulis juga pernah merasakan bagaimana rasanya hal tersebut dan semoga pembaca tertarik untuk membacanya. Sebelum itu, budayakan membaca deskripsi terlebih dahulu sebelum mulai membaca cerita ini, terimakasih banyak __ 'ambil baik nya dan tinggalkan buruknya' Note : setiap bab atau bagian memiliki tokoh/karakter dan kehidupan yang berbeda. Selamat menikmati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Just About My World
  • Yang Masih Berdetak
  • Separuh Keinginan(FRESH): SELESAI
  • LIFE, FAMILY and LOVE ?
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • Kau Rumahku

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

More details
WpActionLinkContent Guidelines