HANYA PENUANGAN NUANSA

HANYA PENUANGAN NUANSA

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu mencari alur yang teratur? bukan disini. Aku akan menceritakan segala hal yang begitu realita, seperti musim saat ini. Kalian kesulitan mencari dan mendapati prediksi apakah bulan ini hujan besar ? atau gerimis saja. Terang atau akan mendung tapi di peluk udara yang panas. Entahlah, jadi berharap apa kalian datang kemari. Cukup baca saja, aku akan menorehkan perasaanku dari bagaimana aku mencintai hingga membenci dan mengikhlasi. Semuanya. Katakan jika memang ada hal lain yang mesti kalian utarakan dengan setiap kata yang ku toreh, barangkali dari jari jemari kalian aku menyadari sesuatu hal yang kulupakan dan belum tersadar. Tapi jika satu irama, berikanlah aku pujian terbaik. Aku akan merasa hidup dengan susunan kata dan kalimat yang diberikan. Aku mencintaimu. Bagaimana?.
All Rights Reserved
#16
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Sekian Kalinya [END]
  • Cause We are Family
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • You're Here, But Not For Me
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines