We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Assalamu'alaikum, Turkey

Assalamu'alaikum, Turkey

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 23, 2022
WpInfo
Fiction
Social Themes
Rayta Ayudia Mahfuza, seorang mahasiswi UNJ yang mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran pelajar di Istanbul University, Turki. "Izinkan saya untuk menikahimu, Rayta Ayudia Mahfuza." Hatinya berdesir halus. Ia menunduk, menetralisir degup jantung yang menggila. Pikiran dan hatinya saling bersinggungan. Tidak mungkin ia dengan mudah menerima izin Laut untuk menikahinya. Tuhan di atas cintanya saat ini. Laut hanya hamba yang Tuhannya titipkan sebagai pelengkap perjalanannya. "Saya tidak bisa, Laut." Sepasang netra Laut menatapnya dalam. Pria yang hari ini mengenakan mantel coklat tua itu maju selangkah. Menyugar rambutnya pelan. "Dengar, Ayudia. Di halaman masjid Hagia Sofia, saya melamarmu menjadi istri saya. Saya sudah belajar Islam. Hanya perlu waktu untuk menggapai cahaya Islam itu. " Ayudia menggeleng kecil. Seolah menampik ucapan Laut yang meragukan. "Waktu? Sampai kapan saya harus menunggu, kamu Laut? Kamu punya keberanian melamar wanita muslimah tapi ragu untuk masuk Islam. Saya serius tidak bisa." Ayudia menatap nanar Laut. Kemudian ia menunduk, menyeka pipinya yang basah. "Saya pasti masuk Islam. Hanya menunggu waktu yang tepat. Tolong, tolong tunggu saya sebentar. Anggap kamu sedang singgah dan menunggu untuk saya jemput. Saya pasti menjemput kamu, Ayudia." Ayudia menggigit bibirnya getir. Perasannya sama besarnya dengan Laut. Ia mencintai pria itu. Tapi ia takut, rasa cinta yang ia rasakan sebagai jalannya murka Tuhannya. Ia takut menunggu Laut yang belum tentu masuk Islam sesuai dengan janjinya. Ayudia tidak siap menunggu. "Jika islammu hanya karena untuk menikahi saya, maaf. Saya tidak bisa, Laut. Permisi." Ayudia mengangguk pamit, lantas membalikkan badan dan melangkah. "Malam ini." Baru beberapa langkah, seruan laut menghentikan langkahnya. "Malam ini saya akan mengucap kalimat syahadat di sini. Tolong beri saya kesempatan, Ayudia." "Tamam. Saya saksikan malam ini sebagai penebus janji kamu."
All Rights Reserved
#49
travelling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lauhul Mahfudz (END)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • SEGITIGA CINTA
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • CInta Bersemi Di Bursa

Bismillah Lauhul Mahfudz Kita tidak tahu apa yang ditulis Allah di Lauhul Mahfudz, tentang masa depan kita, tentang orang-orang yang datang dan pergi, tentang umur kita, bahkan jodoh kita. 🌻 Kanaya Anadita seorang gadis muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai agama. Gadis cantik yang sopan, pendiam, baik hati, tidak membeda-bedakan teman, sangat menyayangi kedua orang tua nya, dan dia gadis yang tidak tegaan, apapun itu. Rega Widiatama seorang pemuda dengan keingintahuan yang tinggi terhadap dunia, ingin mengeksplor dirinya seperti yang lain, tetapi dia masih memiliki sopan santun terhadap orang yang lebih tua dan perempuan, juga tidak melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim, tapi hanya satu dia mudah terpengaruhi yang menyangkut dengan harga diri. Apakah kisah mereka seperti yang sudah dituliskan di Lauhul Mahfudz mereka? ° Apakah mereka berjodoh? ° Atau mereka sekedar bertemu untuk menjemput jodoh yang sesungguhnya? Selamat membaca✨ Murni pemikiran (halu) sendiri :) Sesungguhnya Allah maha melihat apa yang dilakukan oleh hambanya, so don't copy my story🌻.

More details
WpActionLinkContent Guidelines