100 Days After Meet You

100 Days After Meet You

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
"Aku bertemu kamu di bawah langit senja." "Dikala hatiku berduka." "Dan pertemuan itu..." "...mulai mengubah hidupku perlahan." "Hingga Hari Ke Seratus Setelah Aku Menemukanmu." Laki-laki yang bertekad kuat untuk bunuh diri. Dan perempuan yang berkeinginan untuk tetap hidup. Di hari yang telah ditakdirkan, bertemu dengan cara yang tidak menyenangkan. Dua orang berbeda, dengan latar belakang yang tak sama, bertemu dan saling berbagi pemahaman tentang dunia. Hidup Lawan Mati! Kisah anti mainstream yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Dikemas secara mendetail, dengan tempo yang sangat lambat. Kisah yang mungkin berlangsung membosankan bagi sebagian besar orang. Tapi nyatanya, ada kisah di dalamnya, yang berbeda. Sebuah kisah panjang, sangat panjang, yang pada pengakhirannya, akan memberi kita semua pengajaran. Terangkum kemas dalam sebuah catatan. Terangkum dalam kisah dua orang di antara dunia dan perasaan. Terangkum dalam 100 Days After Meet You.
All Rights Reserved
#435
slice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • 「 Our Life 」
  • Different Page [Complete]
  • LINE OF DESTINY
  • Soul Journey
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • My Dangerous Boy
  • Pamit (ON GOING)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines