Jejak wasiat kakakku

Jejak wasiat kakakku

  • WpView
    Lectures 3,946
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Chapitres 22
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé mer., mai 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Alya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa langkah kakiku suatu hari akan menggantikan jejak perempuan paling kuat yang pernah aku kenal: kakakku, Alisa. Sudah hampir setahun aku tinggal di rumah besar bercat abu muda itu, rumah yang dulunya hanya aku singgahi saat libur semester atau ketika merindukan masakan kakakku. Tapi sejak Alisa divonis kanker paru-paru stadium lanjut, rumah itu menjadi dunia baruku. Aku memilih cuti kuliah, meninggalkan kosan kecilku di Jogja, dan kembali ke kota ini-demi merawatnya. Aku masih ingat hari ketika pertama kali datang kembali ke rumah itu. Anak-anak Alisa, Rani dan Dafa, langsung berlari memelukku. Rani sudah kelas dua SD, dan Dafa masih TK. Mereka belum tahu betapa besar badai yang sedang menunggu kami semua. Dan di tengah rumah itu, ada sosok pria yang paling jarang bicara: Rayhan. Suami Alisa. Kakak iparku. Ia selalu tenang. Terlalu tenang, bahkan saat Alisa harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya bulan itu. Ekspresinya nyaris tidak berubah-datar, kaku, dan kadang membuatku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai kakakku atau hanya hidup berdampingan karena kebiasaan. "Mas Rayhan, teh hangatnya," kataku malam itu, sambil meletakkan cangkir di meja. Ia hanya menoleh sekilas. "Makasih." Lalu kembali tenggelam di balik layar laptopnya. Begitulah Rayhan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah marah, tidak pernah meninggikan suara. Tapi juga tidak pernah benar-benar hadir. Ia adalah tipe laki-laki yang, entah kenapa, membuat dada terasa sesak hanya karena terlalu hening. Sementara itu, kondisi Alisa kian memburuk. Berat badannya turun drastis, rambutnya mulai rontok karena kemoterapi, dan batuknya sering berdarah. Tapi ia tetap tersenyum. Tetap berusaha mencatat tugas-tugas sekolah Rani, tetap memeluk Dafa sebelum tidur. Suatu malam, saat aku menemaninya di kamar, Alisa mem
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALISYA &Alvaro
  • Assalamualaikum Imamku
  • Home (Completed) (Repost)
  • Lathifa [END]
  • Sahabat Terbaik
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • Just Marriage (JPB Sesi 2) [TERBIT]
  • SYAKIRA how are you?
  • Not A Perfect Husband ✔

Alisya reina Wijaya Gadis yang memiliki paras wajah yang cantik,imut lucu, dengan bola mata yang bulat, bibir kecil dan pipi yang chubby,dan jangan lupa bahwa dia seorang gadis yang polos,gadis selalu terlihat bahagia dan ceria,manja dan di sayang oleh seluruh keluarga nya,namun di balik keceriaannya itu dia harus menahan sakit yang ada pada dirinya, sakit yang kapan saja mampu membuat kebahagiaan nya hilang dan di gantikan dengan kesedihan dalam sekejap saja. Alvaro Ryan Sanjaya Laki laki dengan paras wajah yang tampan dan memiliki tatapan yang tajam,laki laki yang hanya menunjukkan wajah datar dan dingin nya kepada orang orang sekitarnya,namun berbeda jika sudah dengan keluarganya dan orang yang penting di hidupnya dan orang terdekat nya maka dia akan menjadi orang yang hangat dan manja,dan sampai dia bertemu dengan gadis yang mampu mencuri hatinya,dan sifat hangat dan manjanya itupun di perlihatkan kepada sang gadis,malahan dia akan menjadi romantis dan bucin jika dengan gadis nya.ya dia adalah Alisya reina Wijaya siswi di tahun ajaran baru yang masuk di SMA Cakra wala,namun entah sampai kapan dia bisa merasakan keromantisan itu, dan kemanjaan nya terhadap gadisnya, mengingat penyakit sang gadis yang kapan saja bisa datang. Dan bagaimana kelanjutan kisah nya, akankah alisya bisa sembuh dari sakit nya dan meneruskan hidupnya,dan bagaimana dengan kehidupan Alvaro jika alisya nya pergi dari hidupnya?? Oke langsung aja kita baca cerita nya, semoga sukak dengan cerita nya.dan ini adalah cerita pertama saya dan asli murni dari pemikiran saya sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu