Titah Agung

Titah Agung

  • WpView
    LECTURES 119,987
  • WpVote
    Votes 7,182
  • WpPart
    Chapitres 37
WpMetadataReadTerminé sam., janv. 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Completed Pria idaman Anjela adalah seorang protagonis yang sering muncul di K-drama. Memang mustahil sih buat dapatin cowok sesempurna dan seindah di drama, tapi kalau usaha, nggak ada yang halangin, kan? Sayangnya, kehidupan Anjela sebagai penulis terkenal di sebuah platform membuat dirinya jauh dari sosialisasi pada umumnya. Kerjanya cuma di kamar, nonton drama, baca buku paling banter keluar kamar cuman buat ambil makan sama minum. Mama sebenarnya bangga sama prestasi Anjela, tapi dibanding dengan Julia, sahabatnya yang kerja di sebuah perusahaan konsultan lighting-salah satu bagian dari arsitektu-mama selalu berharap Anjela mencicipi romansa yang terjadi di dunia perkantoran. Awalnya Anjela hanya menganggap harapan mama itu seperti sebuah hal yang paling tidak akan ia pikiran. Keluar dari kamar-dan mencicipi dunia perkantoran seperti yang Julia rasakan. Tapi, suatu malam, Anjela jadi semakin galau ketika mama mengatakan satu permintaan yang menurutnya sangat sakral. "Jel, Julia sebentar lagi nikah. Si Rene juga udah punya pacar. Apa kamu nggak iri sama mereka? Yah, kamu mungkin nggak iri sih, tapi mama iya. Coba Jel, kerja di kantor. Cari pacar. Mama pengin deh, lihat kamu kenalin cowok ke mama. Ya?" Copyright NiceMcQueen2022 enjoy~ Office Series
Tous Droits Réservés
#324
arsitektur
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Beauty and the Boss
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Finally, We Meet Again (END)
  • Cinta Salah Kirim
  • Heartless or Heartfelt [✓]
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Arrogant vs Crazy
  • Copycat [END]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu