Balada santri

Balada santri

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 18, 2022
sudah beberapa hari hujan belum juga turun,membuat musim kemarau tahun ini terasa semakin cepat,bentangan langit biru bulan desember terhampar indah,bersih tanpa awan sedikitpun,pertanda hujan memang benar-benar tidak akan turun. cuaca hari ini cukup panas,membuat para santri bergumam penuh keluh,bersyukur kegiatan pesantren dan sekolah telah selesai,membuat sebagian santri lebih memilih langsung menuju ke kamar masing-masing daripada nongkrong diwarung. koridor asrama dipenuhi dengungan-dengungan santri yang mengeluh capek,bau badan mulai tercium dari baju-baju yang basah oleh keringat,bebarapa wajah yang lesu,dan beberapa santri yang berjalan gontai menenteng sepatu,sepertinya seluruh santri hari ini sepakat untuk tidak berlari kejar-kejaran saling sikut seperti biasa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOA Untuk DIA
  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Jodoh Untuk Kaila
  • Tentang Dia (Sudah TERBIT)
  • Presma Pesantren
  • 1 Iman 1000 Cinta [Haikyu Religi] End ✔️
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • Motivasi Hijrah - SELESAI
  • Mengejar Cinta Halalmu

sebuah pesantren terpencil di Jawa Tengah, seorang pemuda bernama Farhan Ramadhani menjalani hari-harinya dengan enggan. Ia berasal dari Semarang, kota yang penuh kebebasan dan hiruk-pikuk kehidupan modern. Namun, karena kenakalannya yang semakin sulit dikendalikan, sang ayah memutuskan untuk mengirimnya ke Pesantren Al-Ma'ruf, sebuah tempat yang jauh dari kebisingan kota dan penuh dengan aturan ketat. Farhan bukanlah tipe santri yang taat sejak awal. Ia sering melanggar aturan, kabur dari kelas ngaji, dan diam-diam bermain ponsel yang dilarang di pesantren. Namun, kehidupannya mulai berubah ketika ia bertemu dengan Aisyah, seorang santriwati cerdas dan ceria yang selalu terlihat tenang di tengah kesibukan pesantren. Awalnya, ia tak pernah memperhatikan gadis itu. Perhatiannya lebih tertuju pada Nayla, santriwati pendiam yang tampak berbeda dari yang lain. Namun, pesantren bukan tempat untuk cinta. Ada batasan yang harus dijaga, ada doa yang hanya bisa disampaikan dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines