Let It Be

Let It Be

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Aug. 18, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
Gadis itu cantik sekali, namun bagaimana aku bisa mengatakan hal itu kepadanya. Aku tidak cukup percaya diri dan hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Mata yang indah, bibir merah delima, rambut coklat gelombang tergerai menawan tertiup angin. Sempurna. Jika dibandingkan dengan manusia semacam ku ini, apakah pantas? Ah, bagaimana jika dia jadi membenciku setelah mengatakannya?! Sudahlah, lebih baik ku ceritakan di dalam. Mari masuk!
Alle Rechte vorbehalten
#609
teenlove
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memories in Moon
  • Late Love
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • RAIHAN
  • A Redemption
  • Comely Abelliza (SELESAI)
  • Teruntuk Kamu
  • This is My Spring [Completed]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien