Story cover for Riuh Rasa by papillengia_
Riuh Rasa
  • WpView
    Bacaan 870
  • WpVote
    Undian 364
  • WpPart
    Bahagian 26
  • WpView
    Bacaan 870
  • WpVote
    Undian 364
  • WpPart
    Bahagian 26
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Ogo 18, 2022
Senang, sedih, marah, dan takut pasti semua orang pernah merasakan perasaan itu. Namun tak jarang juga mereka tidak bisa mengungkapkannya. 

Jikalau berani pun dan bisa untuk diungkapkan, semula keadaan pasti jadi berbeda.
Padahal faktanya memang begitu. 

Rasa takut itulah yang mendasari untuk kita tidak menunjukan perasaan yang sebenarnya, bahkan membohongi diri sendiri. 

Jangan dibiarkan ya, karena akan terasa seperti penyakit yang tak ada obatnya jika tidak dikeluarkan. 
Masih ada banyak cara yang mungkin akan memudahkanmu dalam melegakan perasaanmu, dan ku wakilkan segala yang terpendam itu disini. 

Jika senang lampiaskan, jika sedih keluarkan, jika rindu nyatakan, jika cinta di perjuangkan. 

Bagiku lewat rasa semua tercipta.  Maka akan ku suarakan semua perasaanku yang riuh melalui aksara.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Riuh Rasa pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#368frasa
Garis Panduan Isi
You may also like
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] oleh aksaraberbicara_
22 bahagian Cerita Lengkap
[Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)
You may also like
Slide 1 of 10
Ketika Tulisan bercerita? cover
Seharusnya Kita Tidak Menyerah cover
Senja cover
Stay With Me cover
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
KENLA cover
THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON cover
Savero Archandra || Haechan || END cover
EGOIS | New Story Sad |  cover

Ketika Tulisan bercerita?

4 bahagian Cerita Lengkap

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.