"Hidup itu memang tidak adil!" Itulah yang diutarakan oleh Asni, istri baru Samid gara-gara orang tua yang menjodohkan kedua putra-putrinya. Asni terpaksa menurut sama orang tuanya karena mereka menginginkan untuk segera punya cucu. Ketika dia menanyakan alasannya, orang tuanya selalu berkelit. Asni mencari cara untuk membatalkan pernikahan tersebut. Di sisi lain, hati Samid hancur karena orang tuanya lebih memilih urusan bisnis ketimbang kebahagiaan seorang anak. Celakanya, orang tua Suci meminta kepada orang tua Samid untuk segera nikahkan mereka keduanya sama-sama saling mencintai. Jalan terjal apa yang akan dilalui ketiganya? Apakah mencapai kebahagiaan seperti yang diharapkan Samid? Ataukah Jalan kehancuran yang diinginkan Asni.
Detail lengkap