Naraya
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 3, 2023
Langkahnya yang mantap, kini menjadi pelan. Bisikan dan tatapan tajam penghuni fakultas bahasa, kini mengarah tajam menuju wanita yang berjalan disepanjang lorong dengan beberapa novel di pelukannya. Melihat itu, wanita tersebut segera meraih ponsel dalam totebag hitamnya. Karena fokus untuk menyari ponselnya, tanpa sadar dia menabrak lelaki di depannya. Novel yang berada dalam pelukannya pun berjatuhan. "Ya ampun, maaf mas." ucapnya sambil meraih novel yang berjatuhan. Sementara lelaki tersebut berjalan mendahuluinya. Apa yang terjadi kepada wanita tersebut dan bagaimana wanita tersebut menghadapi permasalahannya? MURNI DARI BRAIN, JANGAN PLAGIAT
All Rights Reserved
#119
kafe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • 1305 Kilometer Season 1 | END |
  • Arsyilazka
  • ZYSAVA : Cinta Mendarat di Hati Sang Perancang Langit"
  • Ardi & Ara [End]
  • Scarla
  • Naya
  • Ari dan Ara (Sudah Terbit)

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines