Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
He's My Boyfriend

He's My Boyfriend

  • WpView
    Leituras 1,388
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadConcluída qui, mai 23, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Yang awalnya ayra berjalan di depan kini ia berjalan sejajar dengan raffa, karena ia melihat semak-semak bergerak saat sedang mencari-cari barang. Raffa yang terus mencari-cari dengan bantuan senternya dan menyoroti ke segala arah. Tiba-tiba saja ayra mengumpat dalam tangan raffa dan juga memeluk tangan raffa. Ia menjerit ketakutan setelah melihat bayangan putih yang ada di depan dekat pohon. "Aaaaaaaa bunda" jerit ayra. Raffa yang melihat ayra tiba-tiba menjerit pun segera mengusap-usap punggung ayra dengan tangan yang sebelahnya. Ayra terus menenggelamkan wajahnya pada lengan raffa, dan enggan untuk membukanya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • I'am Viola
  • Fake Maid (End)
  • NAURA CUMA FIGURAN! [ END ]
  • Schoolatte
  • ARETHA
  • My Name Is Erwinda
  • BIRA

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo