Story cover for DUNIA SHANIA by nisachuw
DUNIA SHANIA
  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
En cours d'écriture, Publié initialement août 19, 2022
Contenu pour adultes
Ini adalah cerita seru juga menyeramkan tentang Shania dengan "Dunia"-nya. Dunia yang tidak semua orang mengalaminya, bagaimana Ia harus bertahan hidup dengan kemampuan yang tidak ingin Ia miliki, yaitu mampu melihat makhluk-makhluk tak kasat mata.

Sudah dua puluh delapan tahun Ia hidup berdampingan dengan "Mereka". Ingin sekali Ia hilangkan.
Namun, bagaimana caranya?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter DUNIA SHANIA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Dunia Alana, écrit par Seithsuga
4 chapitres En cours d'écriture
Alana tidak pernah tahu bahwa kehilangan orang tua bisa membunuh perlahan-bukan tubuh, tapi semangat dan arah hidup. Sejak kepergian orang yang paling ia cintai, hidup Alana terasa seperti ruang kosong yang bergema. Setiap langkahnya dihantui kenangan, setiap harinya seperti mencoba bernapas dalam air. Ia menjauh dari dunia, dari teman-temannya, bahkan dari dirinya sendiri. Alana tumbuh dengan keyakinan bahwa kehilangan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup. Sejak kecil, ia belajar bertahan, bukan mencintai. Trauma masa lalu membuatnya sulit mempercayai siapa pun, memilih kesendirian sebagai perlindungan dari luka baru. Ia menemukan ketenangan dalam arsitektur-dunia yang bisa ia kendalikan, di mana setiap garis memiliki tujuan, setiap bentuk memiliki makna. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Zean Alebaran, klien yang berbeda dari yang lain. Zean bukan hanya seseorang yang memiliki visi kuat tentang desain, tetapi juga seseorang yang bisa membaca dirinya lebih dalam dari yang ia inginkan. Setiap kata yang diucapkan Zean seperti cermin yang memaksa Alana menghadapi ketakutannya sendiri. Saat proyek mereka berjalan, hubungan mereka berkembang dari diskusi profesional menjadi percakapan filosofis yang mengguncang prinsip hidup Alana. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui dan ketakutannya semakin nyata, Alana harus memutuskan: tetap bersembunyi dalam dunia yang ia pahami atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa membuatnya merasa lebih hidup. "Dunia Alana" adalah perjalanan menyentuh tentang kehilangan, penerimaan, dan keberanian untuk kembali mencintai-diri sendiri dan dunia, ia datang sebagai dilema eksistensial yang menuntut keberanian untuk melangkah ke dalam ketidakpastian. Ditulis dengan gaya naratif yang puitis dan reflektif, novel ini mengajak pembaca menyelami pertanyaan-pertanyaan eksistensial: Apa arti bahagia? Apa sebenarnya kehilangan? Mengapa manusia harus menderita? Apa itu kebebasan?
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Jangan Dibaca Sendirian cover
Life With Ghost Story (TAMAT) cover
Yang Tak Pernah Kembali - On Going  cover
My Love A Turki cover
Jika (completed) cover
Dunia Alana cover
Unseen Bonds cover
My world  cover
THE AXE cover

Jangan Dibaca Sendirian

21 chapitres En cours d'écriture

Lexa, seorang wanita setengah tangguh yang sudah melewati beragam liku kehidupan, kini menemukan kebahagiaannya dalam kesendirian yang penuh makna. Setelah bertahun-tahun merantau jauh dari orang tuanya, dan memilih Solo sebagai kota pelarian. Dia belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari percintaan, melainkan dari proses menerima diri dan mencintai apa yang ada. Meski pernah patah berkali-kali, Lexa menemukan kedamaian dalam cinta tanpa syarat dari jiwa kecil yang selalu setia menunggunya pulang. Tatapan penuh pengertian dan kehangatan, mengajarkannya tentang ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang tak memerlukan kata-kata. Bergelut dengan kerinduan pada orang tua yang jauh, serta pertanyaan tentang hidup yang selalu membuatnya sulit bernapas. Lexa membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu berdamai dengan masa lalu dan percaya bahwa takdir selalu membawa kita pada tempat yang tepat. Cerita Lexa mengingatkan kita bahwa rumah tidak selalu tentang tempat, tapi tentang hati yang menemukan kedamaian dalam segala hal yang sederhana.