Jobless Syndrome

Jobless Syndrome

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Sekolah--Kuliah--Kerja--Menikah--Beranak-pinak--Bercucu-cicit--Hidup Bahagia--Lalu Mati. Begitu kiranya planning hidup yang tertanam di kepala kebanyakan orang. Sebuah standar hidup yang membuat semua orang termasuk aku ketar-ketir dikejar waktu. Melupakan petunjuk penting, bahwa setiap nyawa memiliki takdir yang berbeda. Semua cerita memiliki waktu tersendiri. Termasuk pekerjaan impian, jodoh yang datang dan pergi atau kapan malaikat pencabut nyawa bertandang. Yang orang mau, semuanya harus serba tepat waktu, bukan lagi di waktu yang tepat! Agaknya mereka ingin menyaingi kuasa Tuhan--Keenan, seorang gadis lajang yang menjabat sebagai pengangguran akut pasca wisuda dengan keluarga yang terus merongrongnya untuk segera 'menelurkan' cuan.
All Rights Reserved
#8
pengangguran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Symbiotic
  • ALLAND
  • Oh My Husband (Continuous Story)
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • Hening Dalam Luka
  • SETTLE || JeongKook
  • POISONED LOVE
  • Quarter Love Crisis
  • ARKALYA (END)

Apapun yang terjadi, waktu terus berjalan dan tidak berhenti meskipun Aya ingin bernapas tanpa beban sehari saja. Seumur hidup Aya selalu meyakini bahwa cobaan yang ia dapatkan pasti sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang manusia. Namun keyakinan itu menguap karena kenyataan menghabisi semangat hidupnya, Aya yang berusaha hidup dengan baik berdampingan dengan masalahnya mencapai titik lelah dan ingin mati. Semua usahanya dirasa sia-sia. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa kini ia sampai pada titik kehabisan solusi atas semua yang ia hadapi. Sampai-sampai ketidaksanggupannya untuk terus hidup dalam ketidakberdayaan menuntutnya untuk bunuh diri. Di sisi hidup yang lain, Ryu hidup tenang meskipun kosong, masalah sehari-hari yang ia hadapi hanyalah persoalan perusahaannya. Namun tentu saja, ada harga yang dibayar untuk segala hal yang ia miliki. Seperti dikutuk untuk selalu menjadi kesepian, hidup menempatkan Ryu untuk merasa kehilangan berkali-kali. Namun, berapa kalipun kehilangan, Ryu tidak pernah terbiasa sama sekali. Tapi hidup harus tetap berlanjut tanpa orang yang Ryu sayang. Ryu harus tetap bertahan hidup untuk mengemban amanah menjaga bayi 2 tahun 6 bulan yang ditinggal meninggal kedua orangtuanya yaitu kakak laki-laki Ryu. Sebab Ryu adalah satu-satunya orang yang bayi itu miliki. [cover: pinterest]

More details
WpActionLinkContent Guidelines