tabir asmara SMA 2006

tabir asmara SMA 2006

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 11, 2023
_terbit_ "KURANG TEGAS!" seru wakil osis. "SIAP MENGERTI!" seru para murid yang di hukum. "kamu...." "Yaampun, sial sekali hidupku." Kisah perjalanan seorang gadis yg dimulai dari awal sekolah SMA, drama-drama selalu terjadi pada setiap hidupnya saat baru pertama kali masuk. "Jika kau memilih coklat dengan cincin ini, maka kita akan melanjutkan hubungan yang lebih serius. Tetapi, jika kau memilih bunga dan boneka ini maka kau menolaknya.... " Kalo aku memilih boneka sih, kata temanku coklat hanya membuat sakit gigi. Sedangkan cincin menjaganya sangat berat, jika hilang emang mau menggantinya aku sih ngak mau tapi entah gadis itu memilih apa... Akankah gadis itu memilih coklat dan cincin atau bunga dengan boneka? Lanjut baca yok.... Mari-mari.
All Rights Reserved
#2
kebimbangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Gravity
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • False Hopes
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • No Longer Mate
  • RAVASYA [END]
  • DAKSA [END]
  • KIARA [END]

"Seperti gravitasi, sesuatu telah menarikmu tanpa peringatan-menarikmu ke dalam lingkup hadirnya, sebelum kau sempat menyadarinya" Your Gravity Teenlit, School life Romance story by Jiouneys ----- Lydia sebenarnya tidak begitu mengenal teman sekelasnya, Satria. Kejadian kecil di awal tahun ajaran bahkan sempat membuat mereka berselisih paham. Hanya saja kejadian-kejadian berikutnya selalu menggiring Lydia untuk kembali berinteraksi dengannya. Sampai suatu ketika, Lydia menemukan bahwa mereka bertetangga. Tentu sulit bagi Lydia untuk menghindari interaksi-interaksi kecil antar tetangga sehingga mau tak mau garis interaksi itu telah menuntunnya mengenal lebih jauh sosok Satria yang sesungguhnya. Satria sendiri terbiasa tidak peduli dengan sekitarnya. Sampai pada tahun ketiga sekolah menengah, ia tetap konsisten untuk tidak terlibat dengan apapun. Namun kehadiran Lydia dalam lingkup kecil kehidupannya telah membawa begitu banyak kejutan. Mulai dari hal kecil yang mampu mengharukan, hingga suatu rasa di luar nalar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines