KETIKA CINTA BERTASBIH

KETIKA CINTA BERTASBIH

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 1, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
kata dalam terbitan (kdt) KETIKA CINTA BERTASBIH/HABIBURRAHMAN EL eshirazy Jakarta, penerbit republika halaman 20.5×13,5cm ketika cinta bertasbih ISBN: diterbitkan oleh: penerbit: 1.penerbit republika JL.pejaten raya no.40 jati Padang Jakarta Selatan telp.(021)70796504,fax (021)7892842 angota ikapi DKI Jakarta 2.pesantren basmalah Indonesia jl.raya Petemon no .18.a gunung Pati , Semarang , Jawa tengah 50228 telp:(024)70796504,fax(024)70341703 email: basmalah _indo@yahoo.com hak cipta @habiburrahman El shirazy cetak ke 1 November 2007 PENULIS: HABIBURRAHMAN EL ESHIRAZY EDITOR: AHMAD MUJIP EL Shirazy ,Abdul Basith El qudsy DESAIN SAMPUL DAN ISI :ABDUL BASITH EL QUDSY PERCETAKAN:NARAGITA DINAMIKA
All Rights Reserved
#7
cintabertasbih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam [END] -> TERBIT
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi
  • Terjebak Rasa
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Sinar Cinta Hulya
  • PACARAN? [ END ]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines