Pecah ✔

Pecah ✔

  • WpView
    LECTURAS 121
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida dom, ago 21, 2022
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Ekspresi wajah Arthan yang tenang sejenak berubah. Laki-laki berkacamata itu tersentak tampak bimbang. Alisnya yang tebal terangkat. Bibirnya sedikit membuka seakan ingin mengucapkan sesuatu. "Mungkin kamu saja yang kurang bersukur. Tidak ada orang beruntung sejak lahir sepertimu, kamu tahu itu dengan baik than. It Isn't true that god give you life to punish you." mendengarnya Arthan mengurungkan niat untuk berbicara. Mungkin pilihan kebanyakan orang untuk bercerita adalah salah besar. Karena tidak semua orang mau dan mampu memahaminya. Tetapi manusia perlu untuk sekedar meluapkan segala emosi itu. Seperti menangis jika merasa sedih, mengeluh jika tidak mampu, atau marah jika merasa di perlukan. . Cerita sederhana ini saya persembahkan untuk adik saya yang sedang berulang tahun malam ini. Serta permintaan maaf untuk para pembaca cerita saya yang selama ini masih dalam masa hiatus. Sekali lagi mohon maaf. Terimakasih sudah berkunjung!
Todos los derechos reservados
#427
jin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bukan Cerita Kita
  • BETWEEN
  • ALVIN (On Going)
  • My Idol and I (Lee JiHoon) ✅
  • K.I.T.A
  • CURE - Yoon Jeonghan Fanfiction
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Let Me Love You Longer
  • LIGHT

"Mampus! Baru tau rasa kan hidup sama ibu bikin lo menderita? kalau udah gitu, lo mau apa, Dar? Mau nebeng hidup bareng gue sama Papah? Kedengarannya emang jahat, tapi gue minta, lo jangan masuk ke kehidupan kita lagi. Asal lo tau, kita udah punya keluarga kecil yang bahagia." Satya berucap tajam pada adik kecilnya Darma yang juga sedang menatapnya gamang. Satya menghela napas memalingkan wajah melihat mata bulat itu memerah dan berkaca hendak menangis, satu yang pasti Satya bisa melihat kekecewaan mendalam pada sinar redup sang adik. Satya dan Darma adalah kakak beradik yang dulu sangat dekat. Namun segalanya berubah saat Darma memilih ikut sang ibu, yang kini memiliki anak dari laki-laki lain. Bagi Satya, itu adalah pengkhianatan. Sejak saat itu, hubungan mereka retak. Satya menyimpan benci, sementara Darma hanya bisa mencoba memperbaiki yang sudah rusak. Mereka memang masih bersaudara,tetapi apakah itu cukup untuk menyatukan dua hati yang terlanjur terluka?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido