It's V, for Revenge and For Live

It's V, for Revenge and For Live

  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Nov 10, 2024
Taehyung dijual ke rumah bordil besar diusia remaja. Dipaksa menjadi boneka untuk para pelanggan hingga di titik dia muak dengan segalanya dan kemudian datang Jungkook. Seorang aparat yang sedang menyergap rumah bordil itu dan memergoki Taehyung sedang menancapkan pisau ke si bos besar. Apakah Taehyung bisa bebas atau hidupnya akan kembali masuk ke penjara lain? Yang penting dia tahu kalau penjara lebih baik dibandingkan rumah bordirnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blood and Silence
  • Dazzling "first story"/taekook
  • [KTH] My Patron ✔
  • A'bodyguard
  • SPARKLE [end]
  • Catch Me If You Can
  • Lover - Loser
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]

Semua orang tahu siapa Kim Taehyung. Ia bukan hanya pemimpin mafia terbesar di Asia, tapi juga dikenal karena sifatnya yang dingin, tak tersentuh, dan brutal. Satu senyumnya bisa berarti hidup. Satu tatapannya bisa berarti kematian. Namun tak banyak yang tahu, di balik pintu besi markas pusatnya di Gangnam, ada satu pria yang membuat Kim Taehyung kehilangan kendali atas dirinya: Jeon Jungkook. Jungkook adalah anak dari keluarga Jeon, rival lama klan Kim. Setelah keluarga Jeon dihancurkan dalam satu malam oleh perang antar mafia, Jungkook menghilang dari radar. Taehyung mengira ia sudah mati... sampai seorang informan menyeret pemuda bermata tajam itu ke hadapannya. "Dia penyusup. Kami menemukannya sedang menyelinap ke lab senjata bawah tanah." Namun saat semua anak buah menunggu aba-aba untuk menembak, Taehyung malah berjalan pelan, lalu berlutut dan menatap Jungkook. "Lama tidak bertemu, Jeon Jungkook." Darah Jungkook mengalir deras. Tapi bukan karena takut-melainkan karena tatapan itu, tatapan yang pernah begitu hangat ketika mereka masih muda. Sebelum perang, sebelum dendam, sebelum dunia mengubah mereka menjadi monster. "Aku tidak datang untuk balas dendam," kata Jungkook lirih. "Aku datang... karena aku ingin tahu... kenapa kau membiarkan aku hidup malam itu." Taehyung terdiam. Ia tidak menjawab. Hanya menggenggam erat dagu Jungkook dan berkata pelan, "Karena membunuhmu akan menghancurkan satu-satunya hal manusiawi yang masih tersisa dalam diriku." Dan malam itu, bukannya mengurungnya, Taehyung menyembunyikan Jungkook di dalam markas. Di balik pintu-pintu rahasia, di ruangan tempat tak seorang pun boleh masuk. Mereka tahu ini gila. Ini pengkhianatan. Ini bunuh diri jika ketahuan. Tapi mereka juga tahu, cinta di antara dua musuh bisa menjadi senjata paling mematikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines