DANDELIONS {WANGA}

DANDELIONS {WANGA}

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 13, 2025
Perpisahan itu mengambang begitu saja. Wendy pergi meninggalkan Seoul menuju Canada dengan patah hatinya. tidak ada ucapan perpisahan apapun dari yoongi untuknya saat keberangkatan nya, jika tidak ingin bertemu dengan nya lagi bisa titipan ucapan selamat jalan padaku. Yoongi seolah hilang entah kemana setelah kelulusan sekolah. Jejaknya tak terlacak, menyisakan tanda tanda besar dibenak Wendy. Pemuda itu berhutang sebuah penjelasan padanya. Yang akan Wendy kejar sampai kapan pun lewat salah satu teman nya yang ikut mengantarku. yang menghubung mereka dalam jarak dan waktu hanyalah satu : DANDELION. Wendy ; Aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran yoongi. Kalau benar-benar mencintaiku, kenapa tidakaku menahanku untuk pergi dan malah membiarkan ku pergi dengan kekecewaan darinya. Apakah hubungan kami tidak sepenting itu dimatanya. Yoongi ; Aku harus membiasakan diri pada posisiku saat ini. Bermimpi ketika bersama Wendy hanya mimpi, dan ketika aku memutuskan untuk itu murni karena ingin membuat Wendy benci dan marah padaku. Agar aku bangun dari mimpiku. Kami hanya di takdirkan untuk bertemu bukan untuk bersama, jalan kami terlalu berbeda begitupun dengan takdir kami... Wendy maafkan ...
All Rights Reserved
#704
yeri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Love at Time's Brink
  • The King & The Doctor
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • I Want to Live
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines