Hari Tanpamu

Hari Tanpamu

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 14, 2022
Plot hidup ku memang sulit ku tebak sendiri. lantaran diri ku saja sampai saat ini tak bisa ku kenali. "People come and go from your life. but, your hope it can be an experience to a learning in life." Bukan cerita tentang anak sekolah dari kalangan kaya raya. Bukan Cerita tentang pangeran sekolah yang menjadi idaman kaum hawa. Bukan cerita yang di iming-iming oleh kemewahan. Tapi lembaran ku ini hanya di penuhi cerita yang tak bisa ku atasi. Yang ku rasa hanya serba kekurangan yang ku miliki. lantas yang harus bagaimana aku mensyukuri itu semua? "Empat orang dalam satu tubuh itu gak enak sumpah!" Ucapku keras di dalam kos.
All Rights Reserved
#23
koskosan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • ONLY HOPE  (The End)
  • SYAKIRA how are you?
  • Don't Talk About Money
  • Anak Sulung Kesayangan [End]
  • This Is Not My House
  • CLOSER
  • their story
  • ALEYA~~
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines