I Don't Blame You

I Don't Blame You

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 1, 2022
Tentang tiga orang kakak beradik yang memiliki kisah perjalanan hidup tak terduga. Diandra, Risa, dan Mika tidak pernah membayangkan hidupnya akan hancur berantakan selepas ditinggal ayah dan ibu mereka untuk selama-lamanya. Diandra sebagai anak pertama harus berperan dalam menjaga dan memberikan perhatian kepada kedua adiknya. Dalam hal ini, Diandra juga bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Risa sebagai anak kedua yang masih penuh dengan ego dan amarah kerap kali membuat hubungannya dengan Diandra menjadi bersitegang. Meskipun Mika adalah anak terakhir, dia mampu menunjukkan sisi kedewasaannya dalam beberapa persoalan. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka terus berusaha membahagiakan dan melindungi satu sama lain. Namun, kenyataan tak seindah dengan apa yang mereka harapkan. Jika tawa yang datang pun bisa dihitung, tak seberapa dengan pilu yang menimpa kehidupan mereka saat ini. Akankah Diandra, Risa dan Mika bisa menemukan alur kebahagiaan mereka masing-masing? ~~~
All Rights Reserved
#10
rendi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Pelukan Setelah Hujan
  • gibran's regred // defan gidara
  • Tak Sejalan
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Friendship [END]
  • A Contracted Heart (END)
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • Dear, Mr. A

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines