Story cover for Never Forever by jenieanisa
Never Forever
  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 27
  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 27
Continúa, Has publicado ago 21, 2022
Harapan dan kenyataan. Keduanya sudah berteman baik dengan Senja. Saat Senja berharap, maka kenyataan akan segera menamparnya dengan keras.

Tak banyak yang tahu, Senja telah menyimpan luka sejak kecil. Ditinggal oleh orang tuanya seakan bukan apa-apa, karena kehadiran sang kakak, Liam yang membuatnya tak pernah merasa kekurangan.

Setelah Liam ikut pergi, Senja tak tahu lagi untuk siapa ia tetap bertahan. Namun datangnya Cakra kembali dalam hidupnya membuat Senja mendapatkan alasannya untuk kuat. Senja kembali mendapat arah hidupnya.

Namun jika Cakra pergi...

Siapa yang akan menguatkannya? Siapa yang akan memintanya untuk terus bertahan? Siapa yang siap menjadikan bahunya sebagai tempat dirinya melepas penat?

Bisakah Senja meminta pada Tuhan, biarkan dirinya saja yang meninggalkan Cakra?

Senja tak siap menerima kehilangan untuk kesekian kalinya.

***

"Cakra."

"Iya?"

"Boleh nggak kalau aku pergi lebih dulu daripada kamu?"
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Never Forever a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#48cakra
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
CLOSER cover
Sajak Senja [END] cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover
FOR A KINDER WORLD cover
Gara Narendra cover
Once and Never Again cover
Fajar & Senja cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Fajar dan Senja [SELESAI] cover

CLOSER

27 partes Continúa

[ON GOING] *Fiksi Remaja [15+] Lebih dekat karena pertemuan. Hadirnya tidak terduga mengisi bagian dari kisah nyata dunia. Aku kira hanya sekedar lewat, ternyata malah semakin mendekat. Entah akan bertahan lama atau hanya sebagai bagian dari cerita hidup saja. _____ Aku hidup dalam kepura-puraan dengan suasana kelabu, bahkan dengan teka teki yang terus membelenggu. Diriku sendiri susah memahaminya apalagi kamu, Kania. Berhentilah karena aku hanya membawa luka tanpa bisa menyembuhkannya. ~Ragil Araga~ Aku sudah terbiasa terluka dan kecewa, jadi tidak perlu membicarakannya. Jangan terlalu mendorongku pergi, karena bisa jadi aku adalah jawaban dari semua teka teki yang sedang membelenggumu kini. ~Kania Sukma~ _____ *Maaf jika cerita ini masih memakai latar dan waktu masa remaja yang duduk di bangku SMA. Sangat membosankan bukan? Tapi cobalah untuk membaca prolognya, siapa tahu sangat penasaran apa yang ada dalam epilognya. Semoga saja berkenan membaca. Terima kasih atas perhatiannya. *I created my story just for fun. If you vote and comment, i'll be very grateful. *Cerita pertama yang aku buat di wattpad. CHECK IT OUT!!!!!