Ini kisah perjalanan cinta dua insan Banyu Bening.
Level paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan. Ketika tidak mampu meraih tangan kekasih hatinya, yang bisa dilakukan hanya merapalkan mantra-mantra yang dikirimkannya ke langit.
Jika cinta dipercaya sebagai anugerah, lalu mengapa harus menjadi penyebab sebuah musibah?
Banyu Bening dua insan yang berjuang atas cinta yang tumbuh sejak duduk di bangku SMA, nyatanya harus memilih patuh untuk mengakhiri, bukan hanya disebabkan tidak setia, namun mitos pernikahan ngalor ngulon (Utara barat) yang membuat dua insan ini mengambil langkah yang akhirnya terdampar pada rasa sesal seumur hidup.
Bagaimana mereka mewujudkan impian dan cinta mereka di tengah keyakinan masyarakat yang tidak logis namun secara turun temurun sangat dipercayai sebagai sebuah kebenaran.
Jika kita masih percaya adanya Allah SWT masihkah kita terjerumus pada mitos ini? bukankah maut, rezeki dan jodoh sudah menjadi ketetapan dari Allah, kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar.