IBU YANG SANGAT PERHITUNGAN

IBU YANG SANGAT PERHITUNGAN

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 23, 2022
Aku Aina seorang Mahasiswi yang tengah duduk di bangku kuliah semester lima dengan mempunyai tiga adik. Adik aku yang pertama itu Rasyid sedang menuntut ilmu di pondok pesantren kelas 5 pesantren, adik aku yang kedua itu Fitri sedang duduk di bangku SD kelas 5 dan adik aku yang ketiga itu Hasby yang tengah duduk di bangku TK. Kami tinggal di perdesaan yang sangat padat akan pemukiman, kami terbilang keluarga sederhana tidak lah kaya. Lalu kedua Orangtua ku mempunyai pribadi yang berbeda, Ayah aku orangnya sangat royal dan Ibu ku orang nya pelit sangat pelit, bahkan jika dia tau anaknya punya tabungan dia pasti marah jika anaknya mempunyai tabungan tapi masih saja minta uang pada Orangtua tapi jika tak ada tabungan ibu ku juga malah marah karna apa apa masih selalu mengharapkan orang tua, jadi punya tabungan salah tak punya pun makin salah. Jadi pada suatu hari aku berantam sama ibu ku gara gara masalah uang, padahal yang aku belanjakan itu adalah uang tabungan ku selama ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • ALESYA
  • ARABELLA
  • ADIBA
  • Infinito 🧠
  • RE-SILIENCE (END)
  • ONLY HOPE  (The End)
  • Perfect Bad Boy

WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA ⚠️ Menjadi suatu kemuliaan bagi seorang Aeraina Hawa ketika di cintai oleh lelaki yang sangat tahu caranya menepati janji. Di jaga selayaknya mahkota paling tinggi oleh keluarga besar. Namun untuk sampai di titik bahagia yang sesungguhnya. Seringkali realita tak sesuai keinginan. Selalu saja ada hal yang membuat hatinya goyah bahkan hampir roboh dan patah. Sebuah kebenaran yang lumrahnya memang teramat pahit untuk di terima. "Gue Asa," lelaki itu menyapa. "Saran gue, lo berhak kok kalau mau bales mereka yang udah nyakitin." "Membalas tidak akan membuatku lebih baik." Ini tentang wanita yang memiliki hati seluas semesta. Mengajarkan banyak hal tentang memberi maaf dan upaya mengikhlaskan. Hingga tiba suatu saat, dunia semakin keras mengajaknya berkelahi. Tanpa jeda dan tak ada henti. "Bunda... Wallahii.. Ini sakit." Maka jalan seperti apa yang akan Hawa pilih nanti? Diam atau melakukan perlawanan demi seseorang yang ia cintai? *** Ini bikinnya pakek keringat dan akal sendiri ya. Jadi jan coba-coba plagiat. Mari berkarya dengan hasil mandiri. Ayo semangat 🤏🏻 ⚠️Di larang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines