Love Doesn't Hurt

Love Doesn't Hurt

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 30, 2022
Gelap yang menenangkan, hembusan angin yang memberikan kehangatan, mencintai dan di cintai manakah yang lebih menyakitkan. *** Jarak pandang keduanya tidak lagi saling menatap, hingga hingar bingar kendaraan yang berlalu lalang menjadi teman bagi mereka yang seakan enggan berbicara. laki laki itu melirik kearah perempuan yang sejak tadi tertunduk bersamanya. "ck sekarang apa lagi?" tanya laki laki yang berperawakan tinggi dan berekspresi kesal saat menatap perempuan berambut panjang dan membawa tas ransel biru kesayangannya. "maaf selalu merepotkanmu dengan hal yang seharusnya aku yang bertanggung jawab" bibir mungil itu tak henti hentinya bergetar. "katakan saja tidak usah bertele - tele " genggaman perempuan itu semakin erat pada tas ranselnya " aku ingin kita mengakhiri hubungan ini" laki laki itu bungkam tanpa ekspresi dan menunggu perempuan itu menyelesaikan kalimatnya. "Derren" "lo udah gak cinta sama gue?" laki laki yang di sebut derren tersebut menyisingkan mata melihat heran atas perkataan perempuan tersebut. "bukan itu maksudku" "Lalu apa ziell?!" "besides you have someone else, gua rasa hubungan ini gak merugikan" derren mulai meninggikan nada suaranya. "Merugikan?" perempuan yang bernama grizelle daniela itu menatap derren lekat. "kamu sebenernya anggep 5 tahun kita pacaran itu apa sih ren, apa hubungan kita hanya tentang untung dan rugi saja?"
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • One Change From You I Want
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Tokoh Utama
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Impossible Wish
  • Winter
  • ARGA [REVISI]
  • FAREINA
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines