Imperfect Love

Imperfect Love

  • WpView
    Reads 320,092
  • WpVote
    Votes 13,944
  • WpPart
    Parts 88
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tiada cinta yang sempurna. Tiada kehidupan yang sempurna. Iya tergantung bagaimana kita merasakan ia cukup sempurna.
All Rights Reserved
#938
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRIS ARDANI (COMPLETED)✓
  • Terjatuhnya Cinta[Completed]
  • Tolong!! Jangan Mainkan Cinta Aku
  • FRIENDzone
  • My Dosen Husband
  • DUA DUNIA ✔️
  • Hold On✔️
  • KAU ISTERI AKU - KHAI AN [COMPLETED]
  • Let Me Protect You,My Precious [C]
  • Hanya Kau

(ART-ROMANCE) °2 ND BORN° Kepala dibotakkan, bekas cucuhan puntung rokok di segenap tubuh, lebam biru di merata-rata, parut dan torehan, kering air mata digantikan cairan merah. Minda bagaikan terbejat, tiada secebis memori yang tertinggal sebagai kenangan. Episod pertama kehidupan zaman kecil yang terhenti kembali bermula. Idris Ardani menjadi tempat dia berpaut, berlindung dan bermanja. Bahkan, semakin dingin layanan lelaki itu, semakin hormon peliknya mencanak naik. "Kenapa jumpa saya lagi? Jangan cakap ludah sendiri dah jilat balik?"-AIRISSA "Untuk dapatkan cinta kau, aku sanggup. Aku tak nak hilang kau."-IDRIS ARDANI Hatinya yakin, takdir akan sentiasa membawa mereka kembali bersatu. Cuma pengakhiran kisah hidup mereka sahaja yang masih dipegang Tuhan. Dan benar kata orang. Di tengah jalan pasti akan ada duri yang melukakan dan kisah ini bukanlah kisah cinta yang tersakiti dek kehadiran orang ketiga. Tetapi kisah mereka diuji dengan dendam lama yang tidak berkesudahan. "I am no longer the aesthetic guy you always said before. I'm just a man full of flaws and not worthy to stand next to you, my baby."-IDRIS ARDANI "Idris. Awak kejam!"-AIRISSA Hanya sisa kenangan yang berlayar di ingatan. Segala-galanya berakhir seperti bicara lelaki itu. "Cukup kau kirimkan bunga daisy untuk aku bawa ke sana. Kau tahukan sebab apa? Sebab kau... bunga terakhir aku"-IDRIS ARDANI -"We live in reality. There is no happy or sad ending that we can choose. Only beautiful endings exist."-

More details
WpActionLinkContent Guidelines