Ruang Membiru

Ruang Membiru

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2022
Cerita yang berisikan kata-kata yang tak sempat Biru ungkapkan dan di simpan di dalam Ruang Biru, karena Biru tak ingin di pandang sebagai orang lemah oleh semesta maupun manusia-manusia di bumi ini. Apakah kamu bersedia melihat kelemahan sosok Biru?
All Rights Reserved
#165
pikiran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓
  • Lentera Biru [END]
  • DERETAN HARU BIRU "Antologi Puisi"
  • Something About You [END]
  • RUANG LUKA (END)
  • Almost.
  • Rengkuh Sang Biru
  • BIRU
  • HANKER

Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." Itu benar, hanya orang ini yang memanggilnya dengan nama belakang. ©KaktusKelabu 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines