Vellichor

Vellichor

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 27, 2022
Naresh yang bisa dibilang salah satu siswa teladan dan pintar selama ini mempercayai bahwa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bodoh, mereka hanya malas saja. Tapi itu semua ia tempis saat mengenal gadis yang merupakan kakak kelasnya bernama Nara. Sungguh Nara merupakan gadis yang tak kenal takut dan tak tahu malu baginya. *** Naresh mengulurkan tangannya tanda memperkenalkan diri dan disambut oleh tangan seorang wanita dihadapannya, "Nareshwara..". Dengan masih dalam posisi berjabat tangan, Nara menatap keheranan, "Udah?" dengan smirk khasnya Nara melanjutkan kalimatnya "Singkat, padat, jelas kaya orangnya. Ekhem...gue Ainara Odilia Gantari Jagadhita alias Nara". Sembari melepas jabatan tangannya, Naresh tak mau kalah, "Nama lo kaya gerbong kereta kak, butuh Aqua?". "Wah bisa ngelawak juga ni bocah. Tapi kayanya yang butuh Aqua lo deh". "Kenapa gue?" tanya Naresh dengan tampang herannya. "Soalnya yang bakal ngucapin nama gue pas akad nikah kan elo". "Dih, ogah...." *** "Menulis adalah sebuah pekerjaan untuk keabadian"~someone says Hai buat yang lagi baca!! Penasaran kan dengan alur cerita Vellichor ini, yuk baca dan tambahkan Vellichor ke dalam perpustakaan pribadi kalian. Well, cerita ini no plagiat ya, ini murni karyaku sendiri. Jadi mohon juga jangan ada plagiat. Jangan lupa tinggalkan juga jejak kalian dengan vote dan comment !!
All Rights Reserved
#526
xiyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Possesive Playboy
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • Akhir dari Kita[END]
  • ||Perjodohan||✓
  • RAKASYA [TERBIT]
  • 2190 Days of Silence
  • Sejarah Kita
  • BarraKilla

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines