We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Titik Fokus (When I'm not yours)

Titik Fokus (When I'm not yours)

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
WpInfo
Fanfic
IZ*ONE
Jehan, The most wanted boy in SMART School, Juara Olimpiade Matematika, dan seorang Atlet Taekwondo Junior Nasional. Orang-orang bilang itu adalah sebuah privilage karena ia terlahir dari ayah yang merupakan mantan Atlet Taekwondo Nasional yang kini menjadi Pelatih, dan Ibu, seorang dosen Matematika. Kakeknya merupakan pendiri SMART Corporation yang bergerak di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Orang-orang juga mengatakan bahwa Jehan memiliki "The Most Perfect life ever" karena terlahir pintar, multi talent, tampan, tinggi dan kaya. Namun, apakah benar se-perfect itu? Hana, siswi introvert, pendiam, dan pemalu, yang cukup pintar di kelas. Kejadian buruk di masa lalu, membuatnya memiliki sedikit trauma hingga ia kesulitan dalam bersosialisasi. Tapi, ia bilang tak apa karena ia cukup bahagia dengan Ayah, Bunda, dan Kakak laki-lakinya. * Story & Cover by me andyouarei_ * Yohan's photo own by Kim Yohan, or Oui ent. * Hyunsoo's photo own by Kim Hyunsoo or Andmarq ent. * Hangyul's photo own by Lee Hangyul or MBK ent. * Minju's photo own by Kim Minju andyouarei_ , Sep 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines