Cinta dan Cara Merayakannya

Cinta dan Cara Merayakannya

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 4, 2022
Aku kembali, setelah kujadikan tempat ini rumah tua yang tak berpenghuni. Aku memilih untuk mengabadikanmu di sini. Aku merasa, aku sedang lahir kembali. Dari kisah jatuh cinta, dan caramu mengajariku merayakannya. Dari sebuah kisah indah dimana tiap halamannya tersaji rangkain dahlia jingga. Barang kali, wanginya akan semerbak hingga ke tempat kau membaca. Kau akan tinggal, di tiap halaman yang aku sajikan dengan warna senja. Selamat abadi, dalam tulisanku yang kutulis dengan penuh cinta.
All Rights Reserved
#581
jatuhcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Rendra & Lila [END]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • IF YOU
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Ku Relakan Segalanya.!!

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines