Nada Minor Ekal

Nada Minor Ekal

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 12, 2022
Dulu sekali, Ekal pernah mencaci maki dan tak menerima bagaimana dunia bekerja. Ekal pernah merasa kecewa, Ekal pernah merasa marah, Ekal pernah merasa lelah. Mengeluh sepanjang waktu dan selalu membenci hari esok adalah kebiasaannya. Muak jika dirinya sekali lagi terpuruk atas kehidupannya yang tak sempurna di mata orang banyak. Terlahir sebagai seorang anak tunggal yang di penuhi sepi. Merasa segalanya tak adil karena dirinya hidup dalam keluarga berkekurangan. Bangun dan tidur disambut kumuhnya udara. Tak seperti salah satu bocah sebayanya dengan keluarga super jaya yang ia dambakan. Tapi sekarang, dirinya berubah. Ekal tak lagi mau mengenali dirinya di masa lalu. Seorang Hekal Prasadi yang masih gemar menangis keras di usia 13 tahun karena tak mendapatkan sepeser uang pecahan sepuluh ribu. Bocah dengan hati buruk dan keras kepala yang membuatnya tak lagi sudi untuk mengenang masa kecilnya. Semuanya sudah tak lagi sama sejak Ekal beranjak dewasa. Sebuah kenyataan pahit, takdir yang nyaris membuatnya gila setengah mati, hingga cobaan berat yang selalu menderanya tanpa henti. Seiring berjalannya waktu, Ekal semakin mengerti perihal jalan hidupnya sendiri. Walau sulit, ia tak akan bisa berlari menghindari garis takdir. "Bapak, doakan Ekal bisa dapet kerja." "Biar Ekal bisa bawa Bapak sama Ibu keliling dunia sepuasnya." Hingga akhirnya, Ekal berani bersumpah jika hidup dan matinya telah ia serahkan sepenuhnya pada tangan Ibu dan Bapak. ©indahcahya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Sulung
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Dua cangkir satu Meja
  • A Life That Turns
  • It's Always Been You✔️
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • When this rain stops || NCT dream x 127 [END]
  • HAIDEN

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines