MENGEJAR CINTA BOS KOREA

MENGEJAR CINTA BOS KOREA

  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dee penggemar drama Korea sampai-sampai ia bercita-cita ingin ke Korea bahkan kalau bisa memiliki suami orang Korea. Karena itulah ia bekerja di sebuah hotel berbintang 3 dimana pemiliknya serta sebagian pekerjanya adalah orang Korea. Ia bahagia sekali karena akhirnya bisa bekerja di hotel tersebut, apalagi waktu tahu CEO barunya adalah mantan idol terkenal yang ternyata anak dari pemilik hotel tempat dia bekerja. Hanya saja, CEO satu ini ternyata tampang doang yang cakep, tapi kelakuannya 'enggak' banget. Ada saja yang salah di mata pria yang ternyata dapat julukan Mas Agus dari para karyawati hotel ini.
All Rights Reserved
#484
kerja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Customer Sharelove (Sudah Terbit)
  • Naughty Nanny
  • The Flawless Wind Blows
  • The stranger who owns the heart
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • My Husband Mr Devan (SUDAH DITERBITKAN)
  • IZINKAN AKU MENCINTAIMU DAN AGAMAMU (Tahapan Revisi Banyak Yang Kurang )
  • The Crazy CEO (Crazy Series #1) (End)

SEBAGIAN PART CERITA INI DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN. *** Gue pikir, Caka sama saja dengan pelanggan lain yang datang buat protes, marah-marah, lalu pergi. Namun ternyata, dia berbeda. Dia datang, marah-marah, lalu kembali. Kadang-kadang, gue suka ngerasa heran sama pelanggan yang sok berkuasa. Kasir minimarket juga manusia, bukan merek rokok yang 'sempurna'. Masalahnya, setelah pertemuan pertama dengan Caka, gue justru menunda perasaan aneh. Jangan bilang-bilang ya! Sebenarnya, gue jatuh cinta sama Caka. Wajar sebenarnya, soalnya dia menawan. Mirip Oppa-oppa ganteng yang gue tonton di Drama Korea. Beda jauh sama si Daffa, kepala toko gue. Aduh, kalau dibandingkan sama si Ulet Bulu mah jelas kalah jauh. Udah nyebelin, wajah juga nggak ganteng-ganteng amat. Pertemuan pertama dengan Caka di depan meja kasir, berakhir dengan sebuah pengakuan di depan bokap Caka bahwa gue adalah pacarnya. Jelas gue senang. Tapi setelah itu, muncul rahasia-rahasia yang membuat gue harus memutuskan antara maju, atau mundur. Apalagi setelah gue merasa bahwa Caka hanya ilusi. Dia begitu manis, tapi ternyata menikam dari belakang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines