Revenge Partner

Revenge Partner

  • WpView
    Reads 1,201
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bella kembali ke masa lalu nya! Bagaimana bisa ia kembali menjadi dirinya yang masih berumur delapan belas tahun! Seingat Bella, ia sudah bunuh diri bahkan rasa sakit saat paru-paru penuh oleh air laut masih terasa jelas. Kesempatan ini akan Bella gunakan untuk membalas dendam atas perselingkuhan Yudha suaminya dan Safira sahabatnya. Saat merencanakan aksi balas dendamnya, justru Bella mendapatkan sebuah peringatan dari Archy! "Ada batas gue kasih toleransi ke tunangan Lo." Bella menelan ludah nya sendiri, tubuhnya gemetar ketakutan. Bagaimana tidak kaget dan takut jika di depannya ada sosok pembunuh berantai sekaligus psikopat gila di masa depan. Ah benar, jika kembali ke masa lalu sudah pasti calon narapidana ini di sini! Bella percaya anak ini sudah banyak membunuh orang sejak sekarang. Archy membunuh setiap orang yang menurut nya mengganggu pemandangan matanya tanpa pandang bulu. Parahnya Bella yang bodoh dulu pernah melabrak Archy untuk tidak macam-macam pada Yudha. Dasar Bella bar bar! Ya emang bar bar orangnya, lihat saja ini. "Lo ngajakin gue apa barusan?" "Archy, ayo selingkuh sama gue." Ulang Bella tidak main-main *** How to make a deal with a psychopath devil A story about Isabella and Archelause
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines